Navigate titles from navigation bar on the left / Navigasi judul melalui menu navigasi di sebelah kiri

A Certain Magical Index: Genesis Testament Volume 14 Afterword

Kata Penutup

Jika kalian mengikutinya satu per satu, selamat datang kembali. Jika kalian membelinya sekaligus, selamat datang.

Kamachi Kazuma di sini.

Volume ini adalah tentang pelarian Iblis Agung Coronzon!! ...Seperti yang bisa kalian ketahui jika kalian telah membaca Item Volume 4 atau Zashiki Warashi of Intellectual Village Volume 6, saya sebenarnya sangat suka menulis dari sudut pandang seseorang yang terisolasi dan sedang dalam pelarian. Dan kali ini pelakunya adalah sesosok iblis yang bukan manusia. Saya terus membayangkan berbagai cara baginya untuk melarikan diri sambil tetap membuatnya tampak seperti musuh yang kuat. Dibutuhkan penjahat yang memikat untuk membuat sang protagonis bersinar, j-jadi bukan berarti saya memihak sang penjahat atau semacamnya!

Bagian favorit saya saat menulisnya adalah di akhir Bab 2 ketika ternyata mobil biasa menjadi pilihan terbaik karena semua orang mencari keberadaan sihir dengan begitu teliti. “Biasa” bukan berarti tidak berbahaya atau tidak berharga. Hal itu merujuk pada pengetahuan dan teknik yang telah diterima oleh kebanyakan orang sebagai sesuatu yang berguna. Karena tidak selalu tidak berbahaya, “biasa” adalah alat berbahaya yang bisa melukai orang. Mungkin kalian sendiri pernah mengatakannya atau mungkin orang lain mengatakannya kepada kalian, namun bukannya kalian semua pada suatu saat pernah mendengar hal seperti “Biasanya benda ini bisa melakukan sebanyak ini”.

 

Untuk pertempuran melawan Coronzon, saya menggunakan Magick gaya Crowley sebagai bumbu dan kemudian mengakhirinya dengan nasib sial yang terbentuk secara alami selama pertempuran Kamijou. Coronzon tahu kartu as itu bisa menang. Hal itu sudah terbukti efektif. ...Di tengah ketegangan tantangan terbesar dalam hidup kalian, apakah kalian akan memilih opsi aman itu lagi ataukah kalian akan memutuskan bahwa itu terlalu berbahaya untuk terus digunakan berulang kali? Manusia memiliki kecenderungan untuk memilih yang pertama. Saya menulis naskah ini sembari menyadari bahwa saya sendiri mungkin akan melakukan hal yang sama. Lalu, untuk Dakshina Kalika milik Coronzon, saya mendasarkan ideku pada istilah-istilah seperti APS dan hard kill. ...Tentu saja saya tidak tahu seberapa akurat hal-hal ini sebenarnya, namun kemampuan untuk menembak jatuh peluru meriam tank yang terbang pada kecepatan Mach 5 memberitahu saya bahwa tank-tank berubah menjadi sesuatu yang benar-benar aneh di era drone ini. Meskipun hal tersebut tampaknya lebih dimaksudkan sebagai langkah darurat yang mereka harap tidak pernah perlu digunakan. Berbeda dengan cara Coronzon membuat dirinya tidak tersentuh sehingga dia bisa mendekati targetnya secara langsung, meruntuhkan pertahanan mereka dengan serangkaian serangan, lalu membunuh mereka.

 

Di sisi kelompok Kamijou, mereka mengalami banyak kesulitan hanya untuk mencari tahu cara mencari Coronzon yang dalam kondisi terbaiknya saja sudah menyebalkan, apalagi sekarang saat sedang dalam pelarian. Mereka tidak bisa menggunakan siapa pun yang seaneh Coronzon (kecuali Alice), namun mereka memiliki segala yang telah mereka bangun hingga titik itu. Masalah terbesar bagi saya adalah bagaimana membuat Kanzaki dan yang lainnya mendengarkan pendapat seorang amatir seperti Kamijou... jadi saya menggunakan istilah praktis Tsujiura. Bentuk ramalan yang menggunakan hal kasual pertama yang diucapkan oleh seseorang yang tidak memahami situasi sepertinya menjadi alat pamungkas untuk menyeret seorang anak SMA amatir ke dalam dunia sihir!!

Selain itu, Accelerator menerima luka fatal dari serangan jarak jauh, jadi saya juga harus menangani hal itu. Untuk itu saya menggunakan Isabella yang tidak mendapatkan kesempatan untuk bersinar terakhir kali. Meski begitu, Isabella tidak menggunakan Voodoo yang semestinya, jadi kalian harus berhati-hati di sana. Dan jika ada yang akan membangkitkan si Nomor 1, saya tahu siapa orangnya, jadi saya mengirimkan menara pengawas itu masuk.

Gagasan bahwa Kamijou Touma terputus dari berkah tuhan karena dia terlahir dengan Imagine Breaker dan hal itulah yang menjadi penyebab kesialannya telah disajikan jauh di awal seri, namun yang penting adalah hal ini memberinya kemiripan dengan Coronzon kali ini. Apa perbedaan antara mereka yang membusuk dan mereka yang tidak? Saya harap kalian memikirkan hal itu.

Dan saya menggunakan kata-kata Kamijou untuk memberikan tanggapan kepada Hamazura yang mengatakan terakhir kali bahwa dunia ini busuk dan harus dihancurkan. Beberapa dari kalian pembaca mungkin setuju dengan Hamazura saat itu. Jejerkan mereka berdampingan dan kalian seharusnya bisa melihat perbedaan antara pendirian Kamijou dan Hamazura. Jika kalian terlahir kembali di dunia lain, apa kalian ingin hidup di dunia yang adil atau dunia yang tidak adil?

Dan berbicara soal terakhir kali, Shokuhou Misaki ditinggalkan begitu saja tanpa ampun saat itu, namun dia memastikan untuk memanfaatkannya sebaik mungkin. Dia hanya muncul dalam satu adegan, namun dia mengambil sebuah kejadian yang memengaruhi akhir cerita. Faktanya, saya merasa menggunakan dia sebagai bahan rahasia seperti itu adalah cara terbaik untuk memanfaatkannya dalam cerita utama Index, tapi bagaimana menurut kalian?

 

Saya sampaikan terima kasih kepada para ilustrator saya, Haimura-san dan Itou Tateki-san, serta para editorku Miki-san, Anan-san, Nakajima-san, dan Hamamura-san. Kelompok pengejar terdiri dari berbagai macam orang dan Coronzon melarikan diri ke mana-mana, jadi barang-barang serta latar belakangnya pasti sangat merepotkan. Seperti Distrik 19 yang bertenaga uap atau kapal induk drone yang terpotong-potong! Terima kasih sekali lagi karena telah bersabar menghadapi semua ini.

Dan saya sampaikan terima kasih kepada para pembaca. Bagaimana menurut kalian kisah pengejaran di mana sihir dan sains bercampur aduk ini? Terima kasih telah terus membaca buku-buku ini!

 

Sudah waktunya untuk menutup halaman saat ini sembari berdoa agar halaman buku berikutnya akan dibuka.

Dan saya meletakkan pena untuk saat ini.

 

Sepertinya Kingsford juga memanfaatkan situasinya sebaik mungkin.

- Kamachi Kazuma


?

Ruangannya kecil dan gelap.

Satu-satunya pintu di sana sangatlah kokoh dan terkunci rapat, mengubah ruangan itu menjadi sebuah kotak baja yang tanpa harapan.

Ada suara berderak, jadi apakah dia sedang dibawa ke suatu tempat?

Mungkin dia akan dilupakan selamanya.

“...”

Hamazura Shiage duduk dengan punggung bersandar ke dinding dan kepala tertunduk ke dadanya.

Apa itu tadi?

Bagaimana hal seperti itu bisa terjadi?

Apa mereka akan menerima begitu saja kematian Coronzon? Dia hanyalah seorang gadis. Gadis kesepian yang tidak mengharapkan bantuan siapa pun! Namun mereka semua menyebutnya iblis, mengeroyoknya dengan kejam, bahkan merenggut nyawanya!! Dan sekarang seluruh dunia akan bersorak-sorai merayakan dan menandai hari ini sebagai hari libur!?

Itu salah.

Akhir seperti ini sangatlah salah.

Andai dia mulai mempertanyakannya, pemikiran lainnya datang dengan cepat. Dunia di sekitarnya tampak berbeda.

 

Tidak ada yang namanya keadilan. Yang ada hanyalah kekerasan dari pihak mayoritas yang memaksakan kehendak mereka kepada orang lain.

 

Tidak ada orang yang benar-benar memiliki kebahagiaan. Itu tidak lebih dari hak orang lain yang kamu curi dalam sebuah permainan zero-sum.

 

Tidak ada keindahan pada bunga. Mereka hanyalah kotoran yang mencuri napas orang-orang dari udara dan menancapkan akar mereka di tanah yang penuh dengan sampah membusuk.

 

Matahari bukanlah cahaya yang diberkati. Itu hanyalah neraka termonuklir yang sangat berbahaya.

 

“Aku akhirnya mengerti,” gumamnya.

Api kegelapan berkobar dalam hatinya bahkan saat dia tertunduk lemas.

“Aku akhirnya melihat apa yang kamu lihat, Coronzon.”

Inilah dunia yang dilihat melalui mata sang penjahat.

Tidak, inilah sistem nilai yang oleh mayoritas dianggap sebagai kejahatan.

...Apakah mempelajari hal itu merupakan tindakan jahat yang perlu dihukum? Apa mereka akan membunuhnya karena menyadari sesuatu yang mereka anggap merepotkan? Apakah ada bajingan yang berkeliling membunuh orang berdasarkan nilai-nilai mereka berada di sisi yang salah dari sebuah garis sewenang-wenang yang ditarik oleh seseorang di menara gading mereka? Jika demikian, mereka pasti sangat “benar” memang.

Cara berpikir seperti ini sepertinya tidak akan membuat orang-orang yang berkuasa sangat menyukaiku.

Dia tidak akan percaya pada konsep keadilan secara membabi buta. Dia tidak akan langsung menolak mereka yang disebut jahat. Dia akan mengamati segala sesuatu di depan matanya, mempertanyakan segalanya, dan kemudian memutuskan sendiri apa yang benar-benar benar. Itu adalah kemampuan yang seharusnya dimiliki oleh setiap orang. ...Namun itu akan menjadi setetes racun terbesar bagi orang-orang yang mencoba mengendalikan semua orang dengan paksa. Karena hal itu akan terus menciptakan lebih banyak orang seperti Hamazura yang mulai melawan gagasan mereka tentang apa yang baik dan benar. Begitu kamu tahu, begitu kamu menyadarinya, kamu secara alami akan mulai melihatnya.

Pemikiran-pemikiran ini adalah langkah pertama menuju perlawanan terhadap kekuatan yang lebih tinggi.

“...”

Namun yang dia lakukan hanyalah melihat sesuatu.

Cara dia memandang dunia telah berubah, tapi lantas kenapa?

Dia adalah Level 0 yang tida berdaya. Tanpa kelebihan apa pun seperti kemampuan langka untuk melakukan sesuatu yang lebih. Dia benar-benar tidak berguna. Ini sudah melampaui titik perjuangan sia-sia untuk mencapai sesuatu. Nama dan identitasnya sudah diketahui dan kelompok asing telah menangkapnya sebagai sebuah ancaman. Bagaimana dia bisa melakukan sesuatu untuk Coronzon dalam kondisi seperti ini?

Dia bahkan tidak bisa melarikan diri dari satu kotak logam kecil ini, jadi bagaimana mungkin dia bisa melawan seluruh dunia?

Namun.

Kemudian dia mendengar sebuah suara. Sesuatu jatuh ke lantai. Sebuah ponsel. Dan sesuatu bergerak-gerak di dalam ventilasi yang lebarnya kurang dari 15 sentimeter di dinding dekat langit-langit. Namun itu belum tentu makhluk hidup.

Bunyi bip kecil terdengar dari lantai.

Hamazura dengan ragu memungut ponsel itu untuk melihat sesuatu di layarnya yang retak.

Kalau dipikir-pikir... dia memang memiliki sesuatu.

“...Aneri?”

 

AI itu merespons.

Di sinilah kemampuan yang langka itu.

Level 0 ini memang memiliki sesuatu yang lebih.

Read Also :-
Labels : #IndexGT_Vol14 ,#Light Novel ,#Souyaku Toaru Majutsu no Index ,
Getting Info...

Posting Komentar