Kata Penutup
Terima kasih telah meluangkan waktu untuk membaca
karya ini, Project Nil: The World
Engulfed in Ash, or the Tale of a Girl’s Salvation.
Meskipun konsep dunianya sudah saya rancang sejak
bertahun-tahun yang lalu, karya ini sempat menjadi proyek di mana saya terus
merasa bimbang mengenai karakter-karakter yang menjadi poros cerita serta pesan
apa yang ingin disampaikan kepada pembaca. Saya sendiri sempat kehilangan arah
tentang apa sebenarnya yang ingin saya utarakan; latar dunia yang membengkak
bagaikan awan dan khayalan semata hanya terbang melayang di udara. Begitulah kondisi
cerita ini awalnya.
Namun, berkat kehadiran sang heroine, Nil, inti dari
apa yang harus dikisahkan dan apa yang harus disampaikan dalam karya ini
seketika terbentuk dengan cepat.
Bagi saya, menulis sebuah cerita bukanlah suatu hal
yang bisa dikatakan mudah. Akan tetapi, gadis bernama Nil ini secara ajaib
mampu mempercepat laju cerita, bahkan memberikan dimensi dan kedalaman pada
karakter-karakter di sekitarnya.
Bagi saya, itu adalah sebuah pengalaman yang sangat
luar biasa.
Dalam arti tertentu, tidaklah berlebihan jika
dikatakan bahwa seluruh latar dalam karya ini ada demi dirinya. Di dalam dunia
yang disebut sebagai tempat di atas langit dan di bawah cakrawala ini, masa
depan seperti apa yang akan mereka sambut nantinya? Saya sendiri merasa sangat
tertarik sekaligus menyimpan ekspektasi besar tentang apa yang akan mereka
tunjukkan kepada saya. Karya ini akhirnya menjadi sesuatu yang seperti itu.
Saya tidak tahu seberapa jauh karya ini akan
berlanjut nantinya. Namun, jika melalui karya ini saya dapat menyampaikan
pengalaman yang mendebarkan hati kepada para pembaca sekalian, itu sudah
menjadi kebahagiaan terbesar bagi saya.
Meski demikian, masih ada segunung hal yang belum
dijelaskan di dalam cerita. Apa sebenarnya Mekanisme Amadeus itu, tentang
Spesies Kuno, identitas asli Paus Putih, hingga gambaran utuh dari Proyek Nil.
Begitu pula dengan masa lalu Krus dan Agatha, sejarah tentang apa yang
dilakukan umat manusia tiga ratus tahun yang lalu, hingga jati diri dari
Lapisan Abu; masih banyak misteri yang harus dikisahkan.
Saya sangat berharap suatu hari nanti saatnya akan
tiba bagi saya untuk menceritakan semua itu, dan dengan ini saya menutup kata
penutup ini.
Terakhir, izinkan saya menyampaikan ucapan terima
kasih.
Kepada segenap pihak yang terlibat dalam proses
seleksi GA Bunko Award. Juga kepada editor yang bertanggung jawab, Ito-sama,
yang dengan penuh kesabaran telah menyunting tulisan saya yang masih jauh dari
kata sempurna ini. Kepada fixro2n-sama, yang telah menggambarkan dunia ideal
yang begitu luar biasa hingga membuat saya berpikir apakah isi kepala saya
telah diintip.
Serta kepada seluruh pihak yang telah membantu dalam
penerbitan karya ini, saya haturkan terima kasih yang sedalam-dalamnya.
Terima kasih telah membaca hingga halaman terakhir.
Semoga kita bisa bertemu kembali suatu hari nanti.
Sampai jumpa.
Hatake Rintarou