Kata Penutup
Perkenalkan, saya Nimaru Shuichi.
Bagi yang baru pertama kali bertemu, salam kenal.
Dan bagi Anda yang pernah mengambil karya saya yang lain, saya senang bisa
bertemu kembali dengan Anda di sini.
Gagasan awal karya ini, Pembantai Tujuh Negara, sebenarnya berasal dari sebuah cerita yang
saya tulis sekitar dua puluh tahun yang lalu, ketika saya masih berada di masa
mengirimkan karya.
Namun, pada masa itu saya tidak mampu merangkum
cerita tersebut ke dalam jumlah karakter yang sesuai dengan ketentuan lomba
novel (terlalu panjang), dan di sisi lain belum ada platform seperti Shousetsuka ni Narou atau Kakuyomu seperti sekarang. Akibatnya,
karya tersebut pun tidak pernah melihat cahaya.
Meski begitu, rasanya sayang jika ide ini hanya
dibiarkan begitu saja. Dalam bentuk aslinya, karya tersebut memang masih
mentah, tetapi saya berpikir bahwa sebagai diri saya yang sekarang, setelah
menjadi penulis profesional, saya seharusnya bisa mempertahankan bagian-bagian
terbaiknya dan membuatnya jauh lebih menarik. Saat saya berpikir “suatu hari
nanti...”, Presiden BookBase, Kondo-san, berkenan menghubungi saya, dan berkat
itulah saya dapat menulis karya ini.
Kisah ini berawal dari pemikiran yang saya miliki
sekitar dua puluh tahun lalu: “Karena kita terlahir sebagai manusia, meski
hanya sedikit, aku ingin menulis sebuah cerita yang mengandung gagasan yang
bisa memberi kontribusi bagi umat manusia.”
Pada waktu itu, konsepnya adalah “demi perdamaian
dunia, satu orang memikul seluruh dosa dunia.” Namun, selama ide ini terpendam,
sebuah anime mecha legendaris lahir, sehingga konsep tersebut menjadi terlalu
mirip dan tidak lagi bisa digunakan. Karena itu, saya menambahkan satu lapisan
gagasan lagi, yaitu sudut pandang tentang “kelangsungan perdamaian dunia”, dan
dari sanalah lahir bentuk cerita yang sekarang.
Sejak ribuan tahun lalu, hakikat manusia pada
dasarnya tidak berubah. Bahkan dengan kemajuan teknologi sekalipun, manusia
tetap saling bertikai. Dari situ, saya sampai pada pemikiran bahwa untuk
mewujudkan “perdamaian dunia”, yang benar-benar dibutuhkan adalah sebuah
“sistem”.
Pembantai Tujuh
Negara juga dapat dikatakan
sebagai kisah tentang “sistem seperti apa yang perlu dipersiapkan untuk
mewujudkan perdamaian dunia, dan kemudian mempertahankannya secara
berkelanjutan”.
Tentu saja, ini adalah cerita fiksi yang penuh
dengan celah untuk dikritisi, sebuah gagasan yang hanya bisa lahir dalam dunia
rekaan. Saya sendiri berniat untuk terus memikirkan bagaimana sistem ini bisa
dibuat lebih realistis. Namun, kemungkinan bahwa saya akan sampai pada sebuah
kesimpulan yang mampu mengubah dunia sebelum hidup saya berakhir, rasanya
kecil.
Karena itu, jika ada pembaca yang merasakan sesuatu
dari cerita ini, saya berharap Anda dapat mengembangkan gagasan tersebut lebih
jauh. Dan jika ada orang-orang yang benar-benar memiliki kemampuan untuk ikut
campur dalam upaya perdamaian dunia, saya akan sangat senang bila Anda mau
mengambil tindakan nyata.
Terakhir, saya ingin mengucapkan terima kasih yang
sebesar-besarnya kepada Kondo-san yang telah menyunting karya ini, kepada Shiba-san
yang telah menggambar ilustrasi, serta kepada semua pihak lain yang terlibat
dan mendukung karya ini, mulai dari pembuatan peta hingga kegiatan promosi.
Maret 2024
Nimaru Shuichi