Navigate titles from navigation bar on the left / Navigasi judul melalui menu navigasi di sebelah kiri

A Certain Magical Index: Genesis Testament Volume 16 Afterword

Jika Anda membacanya satu per satu, selamat datang kembali. Jika Anda membelinya sekaligus, selamat datang.

Kamachi Kazuma di sini.

Kali ini saya mengarahkan sorotan pada kehidupan sekolah Kamijou Touma. Bersama para Transenden, CRC, Alice, dan Coronzon, dia telah melewati begitu banyak pertempuran hebat, tetapi semuanya adalah demi hal ini. Setelah bangkit dari kematian dan dihadapkan pada ancaman tinggal kelas, sudah saatnya anak berambut jabrik itu diberi hadiah setidaknya sekali, bukan!? Jadi saya berfokus pada kehidupan sekolahnya sepanjang cerita. Kali ini benar-benar sebuah hadiah tanpa ada hal tersembunyi apa pun di balik layar! Jadi saya membiarkannya menikmati kehidupan bagaikan mimpi bersama semua orang di asrama putri.

Nah, novel-novel ini selalu berfokus pada pertempuran yang serius, tetapi kehidupan sekolah inilah yang seharusnya dia jalani setiap hari. Rasanya Kamijou telah bertarung begitu lama hingga dia bisa saja lupa untuk apa dia bertarung, jadi saya sebenarnya mencurahkan usaha paling besar untuk menuliskan bagian-bagian kehidupan sehari-hari yang normal dalam jilid ini. Apa itu normal? Bukankah kehidupan sehari-hari justru merupakan hal yang paling sulit!? Itu adalah sebuah proses uji coba. Dunia bagaikan mimpi itu bersinar begitu terang...

Tampaknya sangat tepat bagi Kamijou untuk memiliki kesempatan menegaskan kembali betapa pentingnya hal-hal yang dia pertaruhkan dengan nyawanya untuk dilindungi, bukan? Begitu banyak hal telah terjadi hingga dia membutuhkan waktu ini untuk merapikan segalanya.

Dan meskipun terlihat seperti kehidupan sekolah yang normal, bagian ini juga menyoroti kembali kesialan yang telah ada sejak Volume 1.

 

Dan karena Kamijou harus menjalani kehidupan yang bebas stres, saya meminta Accelerator untuk merapikan informasi mencurigakan terkait SYSTEM yang telah diisyaratkan pada jilid sebelumnya. Istilah itu sering muncul jauh di awal cerita tetapi tidak pernah muncul lagi belakangan ini, tetapi Anda masih ingat, ‘kan? Semua orang tahu tentang kesialan Kamijou Touma, tetapi kenapa dia mengalami begitu banyak kesialan? Ketika meneliti hal itu lebih dalam, sesuatu yang merentang ke seluruh dunia mungkin akan mulai terlihat.

 

Kemudian ada bagian Hamazura. Dia adalah protagonis ketiga yang bukan Kamijou Touma atau Accelerator. ...Jadi bukankah ini tampak seperti jalan yang bagus untuknya? Karena itulah saya membiarkannya meraung di bagian akhir. Dia sudah pernah menggunakan sihir sekali untuk menyelamatkan Takitsubo yang dimanipulasi dan meremukkan Dion Fortune. Saya punya banyak ide untuk nama sihirnya, tetapi saya akhirnya memilih menggunakan nama wanita itu. Hamazura tampaknya tidak punya kosa kata yang luas, jadi saya pikir sesuatu yang sederhana adalah yang terbaik.

Salah satu idenya adalah membiarkannya melewati kebangkitan yang mencolok di volume lalu dan menggunakan sihir melawan Kamijou, tetapi Kamijou sendiri menggunakan sihir bersama St. Germain... Hal itu rasanya tidak akan memberikan dampak yang besar di sana. Jika saya ingin melakukan ini, saya ingin melakukannya di tempat yang akan bersinar paling terang! Jadi saya membiarkannya menggunakannya melawan kesebelas orang yang telah mengacaukan sarana dengan tujuan, dan bersama Narthex, yang sedang dimanipulasi oleh kekuatan Coronzon.

Pada volume lalu, saya menggambarkan sumber dari indra Hamazura yang terasah sebagai kekuatan yang membawanya semakin dekat pada kematian.

Hamazura tidak bisa meregenerasi dirinya sendiri secara parsial seperti yang dilakukan Tsuchimikado. Bersikap keren dan menggunakan sihir sebagai trik rahasia memang hebat, tetapi dia harus menghadapi konsekuensi dari tindakannya, jadi Anda bisa menantikan hal itu.

 

Lalu ada Aleister. Hore, saya akhirnya membuat pertempuran supranatural berbahasa Jerman! ...Saya tahu hal ini harus terjadi pada akhirnya ketika saya memperkenalkan Anna Sprengel. Para Gadis berasal dari berbagai bahasa yang berbeda, jadi saya memilih bahasa Jerman untuk gadis ketiga. Yang satu ini menginjak-injak segala bentuk kekerasan berbasis jumlah. Jika Anda memikirkan kekuatan yang dipegang oleh Gereja Katolik Roma pada bagian akhir seri lama, hal itu akan memberi Anda gambaran yang bagus tentang betapa menyimpangnya dia.

Di sisi lain, Index sebenarnya secara langsung meningkatkan kekuatannya melalui jumlah yang besar dengan 103.001 grimoire miliknya. Ini mungkin bisa menjadi latihan mental yang menyenangkan untuk mempertimbangkan kelebihan dan kekurangan dari Para Gadis yang telah terungkap sejauh ini: Index, Narthex, dan Reflex.

 

Saya menyampaikan terima kasih kepada ilustrator saya Haimura-san dan Itou Tateki-san, serta editor saya Miki-san, Anan-san, Nakajima-san, dan Hamamura-san. Menggambar kehidupan sekolah yang menyenangkan dan tanpa kendala. Hal itu tampaknya menjadi tugas yang sulit dengan sendirinya. Terima kasih telah tetap bersamaku lagi.

Dan saya menyampaikan terima kasih kepada para pembaca. Mengubah ujian masuk yang bikin sakit perut menjadi sejenis festival terasa sangat khas Kota Akademi, tidakkah Anda berpikir demikian? Jadi saya menuliskan waktu pertengahan Januari yang sangat sibuk itu dengan cara saya sendiri, tetapi bagaimana menurut Anda? Terima kasih banyak telah membaca sejauh ini.

 

Sudah waktunya untuk menutup halaman-halaman ini untuk sementara waktu sambil berdoa semoga halaman-halaman buku berikutnya akan dibuka.

Dan saya meletakkan pena saya untuk saat ini.

 

Ingat, semuanya! Seri ini seharusnya menjadi kisah tentang sekolah!!

- Kamachi Kazuma




Akhirnya.

Suara angin yang mengerikan bergema di sepanjang lorong penjara batu.

Bangsal Penampungan Tahanan Belum Terbukti Bersalah di Gedung Pemeriksaan Khusus dijaga sangat ketat bahkan untuk ukuran Menara London. Tempat ini tidak dibangun secara ceroboh hingga bisa kemasukan angin sepoi-sepoi.

Jadi ini adalah sesuatu selain angin yang sebenarnya.

Ini mungkin lebih mirip dengan upaya bersiul yang gagal.

Suara itu berasal dari bibir Hamazura Shiage.

Sebelas Perwira Pengadilan mengenalinya. Sebenarnya, setiap penyihir profesional akan mengetahuinya dengan sangat baik.

Pemuda yang mendekap Narthex di lengannya mulai meniru yang asli. Dia mulai memanipulas kekuatan hidupnya menggunakan pernapasan dan sirkulasi darahnya.

Yang berarti dia sedang memurnikan kekuatan sihir.

Sheila Judicial dari kesebelas orang itu membuka mulutnya.

“Di mana para eksekutor Necessarius?”

“Mereka ada di sini di London, tetapi masih butuh waktu 5 hingga 10 menit sebelum mereka tiba. Kita hanya perlu mengulur waktu sebanyak itu. Tidak, akan lebih cepat jika kita membunuhnya sendiri,” jawab Frank yang merasa jengkel.

Langkah kaki yang mantap terdengar.

Hamazura tidak bergerak maju atau mundur.

Dia tidak menunjukkan niat untuk melarikan diri.

Dia berbisik kepada Narthex sambil mencegah penggunaan kedua tangannya yang lain dengan mendekap gadis itu.

Hal itu tampak seperti tindakan bunuh diri.

“Dengar aku, Narthex.”

Dia berbicara dari kepalanya yang tertunduk.

Kesebelas orang itu sedikit terkejut saat mendapati dia tidak sedang memohon untuk nyawanya.

“Ini baru saja menjadi rumit dan kita tidak punya waktu untuk membicarakannya sampai tuntas, jadi aku hanya punya satu hal untuk dikatakan: kamu tidak perlu menangis lagi. Kamu tidak perlu mengkhawatirkan apa pun. Apa kamu ingin pergi ke sekolah? Apa kamu ingin menjadi seorang idola? Apa kamu menginginkan kehidupan yang damai? Apa kamu ingin mencari teman dan nongkrong bersama mereka? Tidak masalah apa pun itu—bayangkan saja tujuan seperti itu di dalam kepalamu. Apa pun itu, memikirkan cara untuk mewujudkannya dan sungguh-sungguh melakukannya... adalah tugas bagi seorang penyihir sepertiku.”

Apakah Noel Judicial yang mendengus mengejek?

Pemuda itu sedang berbicara pada Narthex?

Dalam keadaan seperti itu, tidak mungkin gadis itu bisa memahami sepatah kata pun dari apa yang dikatakannya.

Lantas kenapa kalau dia telah menghentikan letusan telur ikan kecil berwarna hitam dan merah itu? Gadis itu telah mengeluarkan Sitra Achra, sumber kejahatan, dari tubuhnya. Sungguh mengerikan bahkan untuk membayangkan keadaan tubuh muda itu di bagian dalam. Ditambah lagi, Narthex mungkin belum terbebas dari pengaruh Sitra Achra. Pemuda Jepang yang dengan bodohnya memegang objek berbahaya itu bisa saja dilahap sejurus kemudian, seluruh tubuhnya ditelan oleh bahan berpasir hitam dan merah tersebut.

Belum lagi.

Pemuda itu telah memilih hal yang salah untuk diandalkan di hadapan Sebelas Perwira Pengadilan yang mengadili kejahatan sihir.

Mereka tidak bisa menyentuhnya sebelumnya.

Namun Hamazura sekarang telah menjadikan dirinya target yang sah.

Kini setelah dia menggunakan sihir jahat, mereka tidak perlu menahan diri lagi.

Hamazura menundukkan kepalanya, mengalihkan pandangannya ke benda tercemar di lengannya, dan berbisik.

“Aku tidak mengerti.”

Suaranya teramat sangat kering.

Suaranya sangat muram.

Namun ada kilatan harapan di sana. Dia tidak kehabisan pilihan. Ini adalah suara seseorang yang telah menyadari pilihan yang tersisa baginya.

“Sebelum menjadi seorang penyihir, aku tidak mengerti bagaimana cara kerjanya. Dan aku takut pada apa yang tidak kuketahui. Aku melihatnya sebagai kekuatan supranatural yang tidak terelakkan yang mendadak muncul dan merenggut nyawa orang-orang. Jadi, Sebelas Perwira Pengadilan, aku takut pada kalian dari lubuk hatiku yang paling dalam. Tetapi tidak sekarang setelah aku menjadi penyihir dan sekarang setelah aku mengerti. Aku mengerti sekarang: kalian tidak penting. Kalian cuma sekelompok kroco.”

Frank Judicial mendengus tertawa.

Biarkan pemuda itu berbicara.

Dia tampaknya telah menerima petunjuk yang cukup untuk memurnikan kekuatan hidupnya menjadi kekuatan sihir. Lantas kenapa? Dia tidak punya pengetahuan grimoire atau benda spiritual yang diselaraskan dalam waktu yang lama. Dia mungkin memiliki kekuatan sihir sekarang, tetapi dia tidak bisa melakukan apa pun tanpa mantra apa pun. Dia hanyalah orang aneh yang menjadi begitu bersemangat mengotak-atik baterai litium meskipun dia tidak tahu cara benar-benar menggunakannya.

“Jika,” ujar Frank. Memberikan hukuman mati yang tidak ingin diberikan orang lain adalah satu tugas yang diberikan kepada kesebelas orang itu. “Jika kamu mengira kamu bisa menggunakan pengetahuan Iblis Agung Coronzon melawan kami, kamu sangat salah. Kami orang-orang Anglikan adalah spesialis dalam pertempuran anti-penyihir. Setiap mantra yang pernah digunakan Coronzon telah dicatat dengan cermat. Oleh karena itu, mengandalkan Coronzon tidak cukup untuk mengalahkan kami.”

“Dan,” lanjut Thomasia Judicial. Tidak masalah yang mana yang mengumumkannya, hanya kematian dan kehancuran yang menanti kedua orang bodoh itu. “Kami tahu sangat banyak hal yang tidak kamu ketahui. Seperti ini misalnya.”

Thomasia Judicial tidak memegang senjata yang jelas.

Tidak ada rapalan dan tidak ada lingkaran sihir.

Tidak ada sama sekali yang memberikan petunjuk tentang mantra pasti yang sedang digunakan.

Dia hanya merentangkan ibu jari dan jari telunjuknya lalu membentuk sebuah bingkai dari dua bentuk huruf L tersebut.

Dan dia menjebak Hamazura di dalam bingkai tersebut.

Hanya itu saja.

Sesuatu terdengar menebas udara.

Namun tidak ada bilah pisau yang terlihat. Bukan hanya tidak ada bilah baja, tetapi bahkan tidak ada angin yang meniup sehelai rambut pun di kepalanya.

Dia tidak mengerti.

Pemahamannya tidak bisa menyesuaikan.

Jadi tidak ada yang bisa dilakukannya.

Suara tebasan itu menerobos.

Sesuatu yang tidak kasatmata melayang menebas leher, torso, dan lengan Hamazura.

Dengan kecepatan yang luar biasa.

Serangan itu menembus tubuhnya begitu saja.

Pemuda berandalan itu bahkan tidak meneteskan darah sedikit pun.

Bahkan, Narthex yang ada di dalam dekapannya pun tetap tidak terluka.

“Apa...?”

Apakah Thomasia Judicial benar-benar sempat untuk menunjukkan rasa terkejutnya?

Siapa yang telah memberinya kesempatan itu?

Kedua tangan Hamazura sedang sibuk. Dia sungguh tidak bisa menggerakkan satu jari pun pada saat itu.

Namun tetap saja.

 

Bum!!!

 

Separuh tubuh bagian kanan Thomasia dilalap api. Wanita itu meledak dalam kobaran api. Ini tidak seperti flambe saat brendi dituangkan ke atas wajan panas untuk menghasilkan nyala api singkat. Api ini terus berkobar. Suara rambut terbakar dan kulit yang menghitam terdengar begitu jelas. Kulitnya meletup dan kelembapan serta lemak di dalamnya terdengar meletup-letup akibat panas.

Tentu saja, ini tidak cukup untuk membunuh salah satu dari Sebelas Perwira Pengadilan.

Para penjaga hukum harus tetap tidak memihak setiap saat. Menyerah pada ancaman internal maupun eksternal atau kekerasan dan mengubah keputusan sama sekali tidak dapat dipertimbangkan. Oleh karena itu, mereka telah dijauhkan dari kematian. Bisa dikatakan Sebelas Perwira Pengadilan adalah mereka yang telah diangkat aspek-aspek kemanusiaannya agar mereka dapat menjaga ketertiban di negara mereka dan dunia dari sudut pandang sihir secara adil, serta agar mereka dapat mempertahankan fokus murni pada pekerjaan mereka. Sekadar membakar 50% dari berat tubuh mereka tidak akan mungkin membawa mereka pada kematian. Namun itu sudah lebih dari cukup untuk membuat para ahli sihir itu bungkam.

Apa itu tadi?

Ketika Tsumoru Judicial berbicara, suaranya gemetaran oleh rasa takut.

Dan ini adalah bajingan yang sama yang bahkan tidak berkedip saat menjatuhkan hukuman mati kepada seseorang.

“Apa yang sebenarnya kamu lakukan?”

“Aku menggunakan salah satu metode yang mengisi celah antara tujuanku dan hasilnya.”

“Permainan kata yang konyol akan dipandang sebagai kesaksian palsu yang jahat. Jawab aku: apa yang baru saja kamu lakukan di sini!?”

Pertanyaan bodoh itu sudah mengandung satu jawaban.

Mereka tidak mengerti. Mereka tidak sanggup memahami.

Hamazura Shiage hanyalah seorang amatir di antara para amatir, namun tidak satu pun dari kesebelas ahli sihir itu mampu menjelaskan apa yang telah dilakukannya.

Bahkan Sebelas Perwira Pengadilan yang bersembunyi di kedalaman Gereja Anglikan pun tidak bisa mengungkap logika dari apa yang terjadi! Apa itu tadi? Mengumpulkan sejumlah kecil kekuatan sihir di genggamannya tidak mungkin bisa aktif hanya karena kebetulan. Sihir adalah bidang studi yang ketat. Sihir beroperasi pada logika rumit yang diatur oleh rumus, hukum, dan definisi! Jadi seorang pemuda tanpa pendidikan sihir tidak bisa begitu saja mulai menggunakannya!! Namun dia berhasil menggunakan mantra khusus dari suatu tempat tanpa adanya grimoire atau penyihir yang membimbingnya? Dan Menara London memiliki spesialisasi kelas dunia untuk mengurung para penyihir, jadi bagaimana bisa mantra tidak berizin ini aktif tanpa adanya pelemahan? Mereka yakin bahwa mantra Iblis Agung Coronzon sekalipun tidak akan mampu melakukan itu!!!

“Heh...”

Sementara itu, Hamazura hanya memberikan satu tanggapan.

Dia tidak memiliki ventilator, tidak memiliki AED, dan tidak memiliki epinefrin. Jadi mengapa mereka tidak menyadari ada sesuatu yang janggal sejak saat Narthex begitu mudahnya mendapatkan kembali kesadarannya di dalam dekapannya setelah fungsi-fungsi vital gadis itu berhenti akibat digantung? Apakah mereka tidak bertanya-tanya bagaimana cara Hamazura bisa menghancurkan jeruji besi tersebut?

Tentu saja, Sebelas Perwira Pengadilan bukanlah satu-satunya masalah. Mengalahkan mereka saja tidak cukup untuk menyelamatkan Narthex. Ada sakit kepala yang menyiksa gadis itu, otak kedua, dan benda-benda mirip telur ikan mungil yang merusak dunia. Sitra Achra milik Coronzon. Sumber kejahatan. Begitu mereka tahu Narthex berada dalam kondisi seperti ini, Gereja Anglikan secara keseluruhan dan Necessarius khususnya tidak akan mengabaikannya begitu saja. Dan mungkin ada kekuatan lain di luar Inggris yang akan menjadi ancaman dalam keinginan mereka untuk mengklaim Narthex yang melemah untuk diri mereka sendiri. Mereka berdua berjuang sendirian, namun semakin banyak masalah yang terus bermunculan dari sudut-sudut baru.

Dia tidak bisa menyelesaikan semuanya sekaligus.

Namun, menyerah sama sekali tidak ada dalam pilihannya.

Orang-orang yang benar-benar membutuhkan bantuan tidak selalu bisa memintanya dengan mudah. Hamazura tahu betul hal itu. Jadi dia tidak akan pernah meninggalkan Narthex. Tidak penting lagi apakah gadis di dekapannya itu mengucapkan kata-katanya atau tidak. Dia tidak ingin menyesali tindakannya. Dia sudah muak meratapi nyawa yang hilang dengan bodohnya setelah membiarkan gagasan kebaikan dan keadilan milik orang lain mengambil alih.

Lantas kenapa kalau gadis ini jahat?

Lantas kenapa kalau gadis ini kuat?

Lantas kenapa kalau gadis ini istimewa?

Penilaian orang lain tidak penting. Dia akan memutuskan sendiri apakah dia akan menyelamatkannya atau tidak.

Dia rela mempertaruhkan nyawanya untuk menentukan pilihannya sendiri.

...Tidak apa-apa jika dia lemah. Dia tidak akan lagi berharap mendapatkan kekuatan khusus yang tidak akan pernah bisa miliki. Namun bukan berarti dia harus membiarkan kekurangan itu meremukkannya. Dia akan mulai sebagai salah satu dari mereka yang tidak berbakat yang menengadah penuh kerinduan. Dia akan merintis jalannya dari titik paling bawah, selangkah demi selangkah. Sampai langit akhirnya bisa terjangkau.

Dia adalah seorang penyihir.

Dia akan mengikuti kemauannya sendiri dan menjalani kehidupan yang tidak akan disesalinya.

Begitulah keputusan yang telah diambil oleh Hamazura Shiage.

Jika masalah yang tidak terhitung jumlahnya terbelit di sekeliling Narthex, maka dia hanya perlu menguraikan belitan itu satu per satu benang pada satu waktu. Cukup sederhana. Dia mendongakkan kepalanya dan menatap lurus ke depan lagi. Ke arah Sebelas Perwira Pengadilan yang berdiri di lorong penjara, menghalangi jalan menuju jalan keluar dan kebebasan.

Ia akan menangani masalah yang paling mudah terlebih dahulu.

Dengan tatapan mata seperti itu, dia memberikan jawabannya.

 

“Menurut kalian, apa yang aku lakukan?”

 

Hamazura yang tidak berbakat telah membuat salah satu keinginannya menjadi kenyataan.

Dia akan menyuarakan isi hatinya.

Hal itu sama saja dengan deklarasi perang dari penyihir ini.

Sekarang.

Dengarkan baik-baik, kalian kesebelas orang yang menyalahgunakan keadilan demi alasan pribadi kalian sendiri dan dengan tidak adilnya kalian mencelakakan orang-orang untuk mati.

Kalian tidak lebih dari sekadar rintangan busuk dan tidak berarti yang menyiksa orang-orang lemah dan mereka yang tidak berbakat hingga ke ambang kematian.

 

Sekarang giliran kalian yang tidak tahu apa yang sedang terjadi.

 

 

 

Takitsubo Rikou terbaring di sebuah tempat gelap yang tidak tercatat di mana pun.

Dia mengerang pelan dan perlahan membuka matanya.

Gadis bersetelan pakaian olahraga itu berbicara tanpa berusaha untuk duduk.

 

“...Hamazura?”

 

Sensasi itu menekan dirinya bagaikan sebuah riak.

Sebuah sinyal bahaya yang hanya bisa dikenali oleh dirinya seorang.

Read Also :-
Labels : #IndexGT_Vol16 ,#Light Novel ,#Souyaku Toaru Majutsu no Index ,
Getting Info...

Posting Komentar