Navigate titles from navigation bar on the left / Navigasi judul melalui menu navigasi di sebelah kiri

A Certain Magical Index: Genesis Testament Volume 11 Epilog

Epilog: Akhir dari Ritual 
Flat_Line...
 

Pemuda berambut perak dalam balutan merah tergeletak di punggungnya. 

Di atas permukaan danau beku yang telah hancur. 

Matanya menatap kosong ke atas. 

Tangga spiral itu—seutas cahaya penyelamat yang begitu tipis—sudah digunakan. Ia tahu karena seluruh tangga itu bersinar dengan cara yang belum pernah terlihat sebelumnya.

Ujian telah dimulai.

Rosenkreutz perlahan bangkit.

Apakah ia tidak punya penyesalan? 

Tentu saja ia punya penyesalan. 

“Hee hee.” 

Sebuah bayangan menyelimuti Christian Rosenkreutz dari belakang. 

Bayangan itu milik Anna Kingsford. 

Ia juga menatap ke atas. 

“Oh, aku begitu ☺️ karena bocah itu berhasil menaiki tangga itu. Jika setelah semua ini, dia serius berkata ‘Aku menolak membiarkan siapa pun mengorbankan diri, jadi kamu saja yang naik, Kingsford’, semua usahaku akan sia-sia☆...Tentu saja, kalau itu terjadi, aku pasti akan menjatuhkannya dengan sebuah 👊 cepat dan mendorongnya ke atas tangga.” 

“Sialan kamu. ...Apa kamu yang mengarahkannya ke sana? Apa kamu membentuk cara berpikirnya agar mengambil tangga itu, sama seperti godaan seorang iblis!?” 

“🎯.” 

Ia tersenyum. 

Ia telah menggunakan trik yang persis sama seperti yang dilakukan Rosenkreutz untuk memastikan Kamijou Touma tidak curiga. 

Qliphoth akan membawa bencana jika disentuh oleh orang biasa. Namun, bagi seorang ahli yang memiliki pengetahuan dan peralatan yang cukup, itu tidak berlaku. Ahli seperti itu memiliki akses ke trik dan celah yang jauh lebih luas daripada metode standar. 

Itu berarti Anna Kingsford dapat dengan bebas menggunakan seni rahasia yang dimiliki iblis dan neraka. Termasuk godaan manis seorang iblis. 

Dan kali ini, ia telah berjanji kepada seseorang bahwa ia akan menyelamatkan Kamijou Touma, meskipun harus melanggar aturan. 

Namun tetap saja, Rosenkreutz merasa sulit mempercayainya. 

“Kamu benar-benar sejauh itu... tetapi kenapa? Apa yang kamu dapatkan dari ini? Sekarang kamu tidak bisa menggunakan tangga sekali pakai itu, dan pria tua ini tahu bahwa kamu tahu apa yang menanti kita di bawah sini.” 

“Aku sudah menjelaskannya, CRC.” 

Seperti biasa, Anna Kingsford tidak ragu untuk menjawab. 

Seorang ahli yang baik hati tidak melakukan kesalahan. 

Meskipun semua ini hanya dongeng yang disebarkan oleh Johann Valentin Andreae sebagai prank, kebenaran tetap bisa ditemukan di dalamnya jika seseorang mengabdikan hidupnya pada hal itu. 

Itulah kenyataan. 

“Aku akan menyelamatkan semua orang yang kusertakan dalam rencanaku.” 

“...” 

“Tujuan kita berikutnya ❌-lah fase palsu seperti ini. Tetapi dengan dua ahli yang bekerja sama, kita seharusnya bisa mengurangi penderitaan abadi sampai batas tertentu. Tidakkah kamu 💭 begitu, CRC?” 

“Sialan kamu.” 

“Nahhh. Mari kita 👁️ bersama seperti apa neraka yang sesungguhnya, CRC. Kita ❌ datang dari arah yang kuinginkan, tetapi kita akan segera mengunjungi dunia mitos yang nyata. Hee hee. Aku harap aku tidak akan kecewa.” 

Penyelamatan kecil ini melampaui imajinasi Johann yang telah menciptakan tempat ini. 

Suara retakan yang kokoh bergema. 

Hanya satu pada awalnya, tetapi semakin lama semakin banyak, dengan frekuensi yang meningkat. 

Akhirnya, danau beku Judecca benar-benar hancur. 

Namun ini bukan hanya es tebal yang menempel di permukaan. Danaunya sudah pecah dan terbelah akibat pertarungan antara Kamijou Touma dan Christian Rosenkreutz. 

Ini adalah sesuatu yang lebih fundamental. 

Telah disebutkan beberapa kali bahwa tempat ini bukanlah neraka yang “asli”.

Itulah inti masalahnya.

Rosenkreutz, sang ahli kematian dan kehancuran, dan bahkan Kingsford, sang ahli yang baik hati, telah menggunakan kekuatan sesat untuk mencapai tujuan mereka.

Sesuatu telah bereaksi terhadap hal itu. 

Dan kini, neraka yang sebenarnya akhirnya menampakkan dirinya. 

Christian Rosenkreutz berpegangan pada wanita itu dari belakang dan menatap ke atas, ke tangga spiral yang panjang dan panjang itu. Tangga itu tampak begitu mirip dengan seberkas cahaya yang bersinar dari surga. Ia bahkan tidak bisa lagi melihat di mana lawannya yang baru saja bertarung berada di dalamnya. 

“Melayani orang di sekitarmu, ya?” gumamnya. 

 

“🎯. Itu adalah salah satu gagasan yang kamu sendiri sebarkan ke 🌍.” 

Makna tatapan yang ia arahkan ke atas berubah. 

Ia bukan lagi Christian Rosenkreutz. 

Johann Valentin Andreae berbicara. 

Bersama dengan Anna Kingsford, sang ahli yang baik hati. 

Di saat yang sama mereka tiba di tempat yang sama. 

“Hiduplah dengan bahagia, Kamijou Touma.” “Hiduplah dengan bahagia, Kamijou Touma.” 

 

Danau beku itu telah benar-benar hancur. 

Dasar palsu itu telah lenyap. 

Fase yang dipaksa masuk oleh sang ahli kematian telah hancur, sehingga lapisan tipis itu terkelupas di beberapa tempat, memperlihatkan lapisan yang lain. Itulah saat ketika neraka yang sesungguhnya benar-benar membuka rahangnya yang besar. 

Selamat datang di tingkat pertama neraka, di seberang Acheron.

“Fiuh...”

Sementara itu, Kamijou menghela napas berat. 

Ia mendengar suara sesuatu yang runtuh. Apa yang sedang terjadi di bawah sana? Ia tak memiliki tenaga untuk mengeceknya. Tapi gemuruh dari kehancuran itu semakin mendekat. Kemungkinan besar, tangga spiral transparan itu pada akhirnya akan mulai hancur dari bawah. 

Semuanya akan ditelan. 

Sebuah rahang raksasa yang mengerikan menganga di bawahnya. 

Itulah neraka yang sesungguhnya. 

Apakah fase itu benar-benar ada? 

“Haah... haah...”

Tangga spiral itu tampak seperti terbuat dari panel-panel kaca tebal yang bening. Tapi mungkin itu tidak sepenuhnya benar. Tidak peduli seberapa panjang tangga ini, ia tak seharusnya mengalami hal seperti ini hanya karena menaiki satu anak tangga demi satu. 

Tenaganya semakin memudar. 

“Gh!!”

Setiap langkah yang diambilnya, kekuatannya terasa terpotong setengah. Awalnya ia bisa terus naik dengan mudah, tetapi kini tenaganya benar-benar menghilang dengan cepat. Rasanya seperti seluruh tubuhnya terjerat dalam rambut panjang yang tak terhitung jumlahnya saat ia berjuang di bawah air. Tak peduli seberapa besar kekuatannya di awal. Tak peduli seberapa banyak kekuatan yang ia kumpulkan, pada akhirnya ia akan runtuh dalam siklus abadi pemotongan setengah demi setengah demi setengah. Itu triknya. 

Apakah memang sebegitu sulitnya bagi seseorang yang telah mati untuk hidup kembali? 

Secara alami, itu seharusnya tak mungkin terjadi. 

Jadi segala sesuatu telah diprogram dengan ketat untuk mencegahnya terjadi. 

Aku akan kembali.

Ia terjatuh berlutut. 

Ia masih belum sampai di atas, tetapi ia bisa merasakan bahwa ia tak lagi memiliki cukup kemauan untuk bangkit kembali. 

Meski begitu, ia meraih ke depan. 

Ia menggenggam anak tangga berikutnya meskipun harus memaksakan diri. Lalu ia mendorong tubuhnya ke atas. 

“Aku bersumpah, aku akan kembali.”

Ia mengucapkan kata-kata itu. 

Tak peduli jika kakinya tak bisa lagi bergerak. Ia akan terus maju meskipun harus menggunakan tangannya, bahkan jika ia harus menggigit anak tangga itu. Ia berbicara pada dirinya sendiri untuk mengumpulkan kekuatan yang dibutuhkan. 

Namun, pemotongan setengah itu adalah sesuatu yang mutlak. 

Saat ia menarik kekuatan yang belum ia gunakan, kekuatan itu akan terpotong lagi. Hanya dengan menaiki satu anak tangga lagi. 

“Aku akan bertemu Index lagi dan berbicara dengannya.”

Ia berbicara dengan lantang. 

Dan ia menaiki satu anak tangga. 

“Aku akan kembali ke Kota Akademi dan membungkuk kepada Misaka dan yang lainnya.”

Suaranya mulai hancur. 

Dan ia menaiki satu anak tangga lagi. 

Aku akan... kelasku... hal-hal bodoh bersama... Pierce dan Komoe-sen...

Suaranya telah lenyap. 

Dan ia menaiki satu anak tangga lagi. 

Aku akan... Alice Ano...ble... bukan salahnya... aku mati...

Bahkan pikirannya mulai hancur. 

Namun, ia masih menaiki satu anak tangga lagi. 

“...”

...Semua ini tak akan berakhir. Tangga spiral ini tak pernah berakhir. Rasa sakit luar biasa dan kelelahan mulai membentuk kecurigaan dan pemikiran yang menghalangi di sudut pikirannya. Tangga ini tampak seperti tangan yang terulur untuk menyelamatkan orang-orang, tetapi kenyataannya, ini hanyalah jebakan kejam yang dirancang untuk menghancurkan pikiran dan keyakinan seseorang. Alih-alih menutup semua jalan keluar, neraka ini menyediakan satu-satunya jalan keluar—dan kemudian menyaksikan bagaimana orang-orang gagal mencapainya. Ini adalah alat pembuangan jiwa yang dibungkus dalam kelaparan, penderitaan, dan kelelahan—tak memberikan sedikit pun kebaikan bagi mereka yang tersiksa di dalamnya. Tampak seperti rintangan yang telah diperhitungkan dengan sengaja. Tapi... 

 

Dimana aku? 

Apa yang sedang kulakukan? 

 

Bahkan ketika sesekali ia melupakan hal-hal mendasar itu, Kamijou Touma tetap menyeret tubuhnya yang terasa seperti kain lap basah yang menempel pada tangga. Dengan hanya menggunakan kekuatan tangannya, ia membawa dirinya ke anak tangga berikutnya. 

Ujung jarinya bergetar. 

Bahkan bola matanya seolah kehilangan kekuatan, membuat penglihatannya semakin gelap. 

Ia pasti sudah semakin mendekati permukaan. 

Seharusnya ada cahaya yang bersinar dari sana. 

Namun, dunia di sekelilingnya perlahan diselimuti kegelapan. 

“Aku... kembali.”

Ia tahu kekuatan itu akan segera direnggut darinya lagi, tetapi ia tetap mengumpulkan tenaga baru. 

Ia tak bisa lagi melihat. 

Atau mendengar. 

Namun, ia masih mengandalkan sentuhan ujung jarinya yang bergetar untuk menggenggam anak tangga berikutnya. 

“Aku... akan kembali hiduuuuuuuu...uuuuu...uuuuuuuuu...uuuup!!!!”

Read Also :-
Labels : #IndexGT_Vol11 ,#Light Novel ,#Souyaku Toaru Majutsu no Index ,
Getting Info...

Posting Komentar