Epilog: Benih yang Mulai Bersemi
Question
Trio parasut mengembang.
Pesawat pemerintah Inggris pada akhirnya tidak lagi
dibutuhkan. Karena pesawat luar angkasa berbentuk peluru Capung Jumbo telah
melintasi banyak perbatasan negara sewaktu terhanyut di luar atmosfer.
“Apa kita... berhasil selamat?”
Tidak ada yang menjawab pertanyaan Kamijou.
Dia tidak tahu logika apa yang membuat bajingan
lengan kanan itu mewujud, namun dia pasti telah menarik diri sekali lagi ke
mana pun tempat dia pergi. Tidak mengetahui apa yang membuat si egois itu
menampakkan diri sungguh mencemaskan. Kamijou sempat mendengar suara retakan dari
bahunya, namun itu tidak memberi tahu banyak hal kepadanya.
Bagaimanapun juga, setelah parasutnya mengembang,
mereka telah mendarat di lautan dekat Inggris, jadi dia berhasil menyerahkan
Hamazura kepada mereka.
Bahkan setelah menempuh perjalanan mengitari
setengah belahan bumi, di sini masih musim dingin, yang berarti suhunya sangat dingin.
Mereka telah jatuh ke dalam laut, jadi membuka pintu kedap udara agar sebuah
kapal bisa menjemput mereka telah membuat tubuhnya basah kuyup. Dia tidak tahu
secara spesifik bagaimana sistem di Inggris bekerja atau bagaimana hal itu
diorganisasi, namun di atas sebuah kapal patroli yang tampak seperti milik
pemerintah, dia membungkus dirinya dengan selimut yang diberikan dan
menyaksikan apa yang terjadi pada pemuda satunya.
“...”
Dia pasti akan
dendam kepadaku. Dan begitu pula kekasihnya. Kalau tidak salah namanya
Takitsubo?
Kamijou tidak tahu apa yang akan terjadi pada
Hamazura Shiage sekarang.
Hamazura tidak tahu apa-apa tentang sisi sihir dan
karenanya tidak memahami seberapa besar ancaman dari Coronzon... dan begitulah
cara dia membiarkan wanita itu memengaruhi dirinya. Namun dia sepertinya tidak
akan bisa lolos lagi dengan argumen seperti itu.
Pihak Anglikan akan menilai dirinya sebagai ancaman
bagi negara mereka dan dunia.
Dia akan diadili sebagai seseorang yang telah
bertaruh demi Coronzon. Persis seperti apa yang diinginkannya.
Dan dengan demikian, pertempuran Hamazura Shiage berakhir.
Pertarungan itu berakhir dengan kekalahan. Di satu sisi, persis seperti apa
yang telah dia perkirakan sejak awal.
Tidak ada seorang pun di Kota Akademi yang akan
mendengarkan apa yang dia katakan dan meresapi pesannya ke dalam hati. Karena
bahkan kekasihnya sendiri, Takitsubo Rikou, tidak mengerti kenapa dia bertarung
demi Coronzon.
Jadi, apakah semua itu merupakan perjuangan yang
tidak berarti?
Tidak.
“...”
Kamijou Touma telah tiba di sebuah bandara
internasional.
Baru saja terpikir olehnya bahwa dia terbang ke sini
menembus luar angkasa, jadi dia tidak membawa paspor bersamanya.
Sekarang dia tidak bisa kembali ke Jepang!!
“Oh, ohhh. Ohhhhhhh...”
Jangan hanya
mencampakkanku di sini, wahai orang-orang Anglikan! Bagaimana kalau kalian
membantuku pulang ke rumah!? Terutama saat aku baru saja membereskan skandal
kalian secara cuma-cuma!
Tentu saja, pemerintah Inggris akan memandang
dirinya telah terbang menembus luar angkasa dan jatuh di perairan teritorial
mereka tanpa izin, jadi mungkin dia harus bersyukur karena mereka tidak
menembak jatuh “UFO” itu dengan rudal darat ke udara jarak jauh atau menyita
“kapal mencurigakan” tersebut dengan paksa.
“Kamu benar-benar tidak ada harapan. Kamu bilang kamu
berada di Heathrow, bukan? Aku akan memanggil Mark yang sedang merajuk karena
harus tinggal di London, jadi ikuti saja instruksi mereka dan mereka akan
menyelundupkanmu ke Jepang. Jangan khawatir. Ini bukan berarti memasukkanmu ke
dalam kontainer kargo untuk pelayaran penuh keringat selama berbulan-bulan.
Dengan jet pribadi yang dibeli menggunakan nama palsu, ini hanya akan memakan
waktu setengah hari. ...Setelah mendarat di bandara Kota Akademi, mainan itu
harus ditinggalkan bersama dengan nama palsunya, tapi sudahlah. Tidak ada yang
benar-benar gratis.”
“Anu, Birdway? Aku merasa kamu hanya membuatku melakukan
lebih banyak kejahatan...”
“Apa kamu lebih suka menghabiskan sisa hidupmu
sebagai penduduk ilegal di Inggris? Bagiku itu tidak masalah. Faktanya, aku
bisa menggunakan mainan lain untuk tamanku. Namun aku menyarankanmu untuk
berhati-hati. Imigrasi telah menjadi topik yang sensitif di Inggris dan wilayah
Eropa lainnya akhir-akhir ini.”
Ponsel pintar sungguh praktis.
Di zaman sekarang, kamu tidak perlu khawatir tentang
tingginya biaya panggilan telepon internasional.
Aplikasi obrolan gratis benar-benar sebuah penemuan
yang luar biasa.
Hal itu membuatnya merasa senang hanya dengan
mendengar bahasa Jepang di saat dikelilingi oleh semua bahasa Inggris di
Inggris. Walaupun dari perspektif global, seseorang yang hanya bisa berbicara
bahasa Jepang seperti dirinya merupakan kaum minoritas.
Dan pada
akhirnya, aku tidak pernah menemukan dokumen bukti hidupku! Apa aku benar-benar
akan tinggal kelas sekarang!?
“Gereja Anglikan tidak membuat pengumuman resmi
mengenai Narthex Coded Cathedral. Fakta bahwa dia merupakan proyek penelitian
rahasia yang dijalankan oleh Lola Stuart, alias Iblis Agung Coronzon, tampaknya
telah membantu masalah ini berakhir seperti ini, entah itu baik atau buruk.
Jika dia tidak punya tempat untuk pergi, Sinar Matahari Fajar akan
menampungnya. Dia sangat menarik, baik sebagai petarung khusus maupun sebagai
bukti skandal untuk digunakan melawan pihak Anglikan.”
“Ahhh!! Kamu tidak bisa mengambilnya begitu saja!”
teriak Lessar di latar belakang panggilan telepon tersebut. “Aku tadinya
berniat untuk membawanya menjadi bagian N∴L∴! Maksudku, dia berada selevel Index Librorum
Prohibitorum dan tidak ada yang tahu tentang keberadaannya!”
“Pertimbangkan ukuran dari kelompok kita. Apa kamu
sungguh mengira kamu bisa mengatur apa yang harus kulakukan, wahai kelompok
kecil? Lagipula, bukannya kamu seharusnya melacak dua Transenden merepotkan
yang menghilang tepat di bawah moncongmu?”
“Ahh, ahh, aku tidak dengar! Melacak dua orang yang
melarikan diri ke arah berbeda jelas-jelas tidak mungkin!”
“Kita harus memastikan Coronzon tidak meninggalkan
hadiah aneh lainnya seperti Index dan Narthex yang tersembunyi di sudut atau
celah tertentu. Membiarkan pihak Anglikan memimpin pencarian mungkin hanya akan
membuat semua ini terulang kembali, jadi ini terdengar seperti tugasnya Sinar
Matahari Fajar.”
“Selain itu, pihak Anglikan sangat dipermalukan
hingga mereka mundur jauh lebih banyak daripada biasanya. Jadi jika kamu ingin
melancarkan aksi apa pun, sekaranglah saatnya. Walaupun mereka yang bermuka tebal,
seperti Stiyl dan kurasa Isabella juga, sudah kembali ke Inggris.”
“Tunggu dulu,” sela Kamijou. “Maksudmu orang-orang
yang paling berbahaya sudah berkumpul kembali di sini? Tapi aku tidak mau
ditusuk oleh pedang api dan dipanggang hanya karena dia naik pitam!”
Bagaimanapun juga, dia hanya harus melakukan apa
yang diperintahkan kepadanya.
Kamijou tetap diam di sudut dinding dan mencoba
untuk tidak menarik perhatian di bandara internasional yang dipenuhi oleh
bahasa Inggris. Mencoba bepergian sendirian ke luar negeri tanpa paspor dan
tanpa bisa berbahasa Inggris sudah melampaui tindakan bunuh diri.
Dan bersama waktu yang diberikan oleh situasi ini,
pikirannya kembali berputar ke belakang.
Ke momen terakhir itu.
Ada sesuatu yang terasa janggal.
Apakah Hamazura benar-benar tipe orang yang akan
memilih kematian, dengan meninggalkan kekasihnya begitu saja?
Dan ketika dia mendongak dari pistolnya, pemuda itu
sama sekali tidak sedang menatap Kamijou yang tengah mendekat.
Fokus matanya tampak aneh.
Mengingat kembali hal itu, Kamijou berpikir bahwa
Hamazura sebenarnya sedang menatap ke arah sedikit di belakangnya.
Dan bibir Hamazura jelas-jelas bergerak. Seolah
sedang melontarkan sebuah keluhan.
“Ini... bohong,
‘kan?”
Sebuah pertanyaan tetap tersisa.
Mereka hanya berdua saja di dalam pesawat luar angkasa itu, jadi apa sebenarnya yang sedang ditatap oleh Hamazura?