Navigate titles from navigation bar on the left / Navigasi judul melalui menu navigasi di sebelah kiri

A Certain Magical Index: Genesis Testament Volume 15 Chapter 4

Bab 4: Apa yang Dilihat Sang Buronan 
Fumble
 

Bagian 1

Mereka berada di hanggar pesawat jauh di bawah pangkalan udara drone.

Sudah waktunya untuk menghadapi Kamijou Touma.

Mereka adalah satu-satunya dua orang yang masih bisa bergerak.

Hamazura Shiage dan Kamijou Touma. ...Apakah kamu benar-benar mengira ini akan menjadi pertarungan yang adil!?

“Aneri!!”

Hamazura meneriakkan nama itu sebelum tinju mereka saling bersilangan dan suara benturan yang kuat bergaung nyaring.

Hal itu sudah memberikan dampak.

Tinju Kamijou hanya mengenai udara kosong, namun Hamazura telah merangsek maju lebih dekat dan tinjunya secara akurat menghantam tulang pipi Kamijou. Dia merasakan sensasi yang tumpul, berat, dan tidak menyenangkan.

Namun dia tidak berhenti sampai di situ.

“→P” “←←K” “→TPK→←KK↓K” Prediksi dari kecerdasan buatan Aneri benar-benar akurat. Kamijou mencoba memukul, menendang, mencengkeram, dan menggigit, namun tidak ada satu pun yang mengenai sasaran. Sementara itu, serangan-serangan Hamazura semuanya seolah tertarik lurus ke arah pemuda itu.

Hanya dengan mengikuti instruksi tersebut, dia mendapatkan pergerakan yang bersih dan akurat.

“Aku sudah memutuskan bahwa aku akan menemukan sesuatu yang bisa kulakukan untuk Coronzon. Aku masih tidak tahu apa itu, namun itulah yang sudah kuputuskan.”

Sebuah suara tumpul.

Sebuah sensasi yang berat.

Segalanya seharusnya terasa tidak menyenangkan.

 

“Namun aku tahu satu hal yang pasti... Berteman denganmu sudah tentu bukanlah jawabnya!!”

Bagian 2

Terus-menerus, benturan-benturan tumpul bergaung memotong ruang bawah tanah yang raksasa itu.

Aroma besi merebak di dalam dunia Kamijou Touma. Seberapa keras pun dia mencoba untuk bertahan dan menghindar, pukulan serta tendangan Hamazura Shiage tanpa ampun terus menusuk dirinya.

“Kh.”

Apakah segala hal diperbolehkan jika itu merupakan “hal yang benar untuk dilakukan”?

Kamijou berpikir bahwa ucapan Hamazura ada benarnya juga.

Namun di sisi lain...

Bukan berarti segala hal diperbolehkan hanya karena kamu bisa mengklaim bahwa orang lain itu salah atau jahat!!

Hamazura sedang mencoba untuk mengatasi hal-hal seperti kebajikan dan keadilan.

Kamijou bisa melihat bahwa Hamazura sangat ingin memunggungi hal-hal yang tidak menyelamatkannya, hingga dia melakukan koreksi yang berlebihan ke arah yang sebaliknya. Namun hal itu sama saja dengan bergabung ke dalam organisasi kriminal karena kamu tidak bisa memercayai polisi. Tindakan itu hanya akan membawamu menyusuri jalan kejahatan. Kamu hanya akan menemukan jenis kebejatan yang berbeda, bukannya sebuah kebenaran yang melampaui keadilan itu sendiri. Dan pada saat kamu menyadari hal itu lalu mencoba untuk memperbaikinya, jalan yang normal tidak akan lagi tersedia untukmu.

Apa yang akan terjadi pada Hamazura jika dia melewati titik tanpa jalan kembali tersebut?

Apakah dia akan sampai pada titik di mana membunuhnya menjadi satu-satunya cara untuk menghentikannya?

Sama persis seperti Coronzon?

Tidak.

Kamijou tidak akan membiarkan itu terjadi!!

Aku tidak akan mengulang akhir cerita seperti itu lagi dan lagi!!

“Gah!!”

Dia menerima satu hantaman lagi tepat di tengah wajahnya.

Aroma besi memenuhi mulutnya.

Namun dia tidak akan menyerah.

Hamazura harus dihentikan di sini. Hal ini menimpa pemuda itu karena Kamijou telah membiarkan Coronzon mati. Tindakan itu memang diperlukan. Seisi dunia akan terus meluncur menuju kehancuran jika dia tidak melakukannya. Dia memercayainya dan dia tahu itu merupakan hal yang benar untuk dilakukan, namun hal itu bukan berarti dia bisa mengabaikan begitu saja dendam yang telah ditimbulkannya!

Dia tahu apa yang harus dia lakukan, namun dia tidak kunjung berhasil mewujudkannya.

Hamazura punya AI Aneri di sisinya.

Kamijou tidak akan bisa mengalahkan dan menghentikan Hamazura tanpa adanya sebuah kemampuan yang tidak biasa yang bisa menandingi tersebut.

Dia hanya membutuhkan satu.

Hanya satu hal saja yang mampu menandingi benda itu!!

 

“Kalau begitu panggillah aku sekarang juga, sobat.”

 

Sebuah suara retakan tumpul terdengar dari bahu kanannya.

Bagian 3

Itu akan berakhir setelah pergerakan berikutnya, atau pergerakan setelahnya lagi.

Hamazura Shiage meyakini hal tersebut. Dia bukanlah Kamijou Touma, jadi dia tidak akan memilih untuk bertarung atau dengan senang hati melukai musuhnya. Dia sudah muak dengan semua ini. Prediksi Aneri memang luar biasa, namun aksi memukuli yang sepihak ini membebaninya dengan rasa bersalah yang aneh.

Namun, keunggulannya mendadak menjadi jauh dari kata mutlak.

Hal itu terjadi tepat setelah sebuah retakan tumpul bergaung memotong ruang bawah tanah yang luas.

Kamijou melakukan pembalikan tajam untuk menghindar dari pukulan hook kanan Hamazura.

Secara fisik, hanya itu saja yang terjadi.

Tingkat akurasi Hamazura merosot dari seratus persen menjadi sembilan puluh sembilan persen. Tidak lebih dari itu.

Namun...

Dia melampaui prediksi Aneri dengan tindakan fisik!?

“Khahh!?”

Mata Hamazura membelalak tepat sebelum benturan menghantamnya. Sebuah pukulan tubuh yang mengincar bagian hatinya melesat menembus dirinya.

Kamijou akhirnya berhasil mendaratkan satu hantaman yang bersih.

Dan dengan pergerakan itu, segalanya mulai bergeser ke arah yang tidak menyenangkan.

Lantas kenapa?

Coronzon telah mati.

Apakah bajingan itu berhak untuk memandang rendah dirinya setelah merenggut nyawa seseorang? Hamazura tidak akan membiarkan penjahat itu mengklaim keadilan untuk dirinya sendiri!!

“Ah, kah... Aneri!!”

Hamazura meneriakkan sebuah instruksi lalu bergerak mundur.

Namun Kamijou pasti sudah memprediksikan hal itu juga karena dia bergerak maju pada momen yang sama, tidak membiarkan Hamazura menciptakan jarak di antara mereka.

Mereka berimbang.

Sebuah serbuan serangan yang sengit dimulai, tanpa ada pemenang yang jelas.

“Hei, budak AI.”

Bukan.

“Aku tidak sebaik hati atau selembut pemuda ini. Bagaimanapun juga, akulah perwujudan dari kekuatan untuk menghancurkan ilusi itu sendiri.”

Ini sepenuhnya berbeda dari pergerakan Kamijou Touma sebelumnya.

“Kamu ingin melakukan sesuatu untuk Coronzon? Jangan membuatku tertawa. Kamu hanya membiarkan sesosok Coronzon khayalan memerintahkanmu melakukan hal-hal yang memang sudah ingin kamu lakukan agar kamu tidak perlu merasa bersalah karenanya. Orang mati tidak bisa berbicara, bukan? Nah, apa kamu bersenang-senang dengan boneka seks yang kamu buat dari wanita mati itu? Aku berani bertaruh dirimu merasa sangat keren karena telah memunggungi kebajikan dan keadilan. Itulah ilusi berikutnya yang akan kuhancurkan!!”

“Keparat kamu!!!”

Hamazura melayangkan sebuah pukulan yang penuh amarah, namun Kamijou hanya perlu mencondongkan tubuhnya ke belakang sedikit untuk menghindarinya.

Dia menghindari satu lagi serangan yang didukung oleh Aneri. Perhitungan Aneri tidak lagi menjadi sebuah kartu truf. Namun dia tidak mendapatkan bantuan dari sebuah program.

Dia punya sesuatu yang menandingi Aneri.

Namun, apa yang sedang merasuki dirinya saat ini!?

Bagian 4

Setelah menghindar dari beberapa pukulan dan tendangan, Kamijou bergerak mundur menjauhi Hamazura. Dia mengatur jarak di antara mereka.

Dan dia menggelengkan kepalanya.

Dia berusaha keras secara sadar untuk mempertahankan kesadarannya.

Silakan saja jika kamu ingin tetap terjaga.

Dia mendengar sebuah suara tanpa adanya jarak.

Mulutnya tidak bergerak. Ini bukanlah sebuah suara yang bergaung memotong ruang bawah tanah. Jadi dari mana asal datangnya suara itu?

Aku bukanlah bangsawan itu. Aku tidak akan mengambil alih tubuhmu. Muncul dan menghilang secara acak akan bekerja dengan lebih baik. AI itu mengawasi bagian luarmu dan mengumpulkan data terperinci untuk memperhitungkan hal berikutnya yang akan kamu lakukan. Kamu bertarung tepat di depannya, jadi tidak ada cara untuk mencegah AI tersebut mengumpulkan data. Namun, jika folder Kamijou Touma berisi campuran data dari lebih dari satu orang, AI itu tidak akan bisa memprediksi kepribadianmu, bukan? Jadi jika kita bekerja sama untuk mengacaukan perkiraannya, AI berharganya itu tidak akan ada gunanya sama sekali.

“Kamu...”

Jangan marah dulu. Kamu tidak lagi mencoba untuk menjadi perwujudan keadilan yang suci dan tidak bernoda, bukan? Provokasi adalah taktik yang valid. Nyawa orang-orang menjadi taruhannya di sini. Pada akhirnya, kamu ingin menyelamatkan nyawa si bodoh itu, bukan? Bahkan jika itu berarti harus memukulnya beberapa kali.

“...”

Nah, jika kamu ingin memenangkan ini, menghentikan Hamazura, dan menyelamatkannya, kamu tidak boleh membiarkan dirimu ragu-ragu hanya karena situasinya menjadi sedikit berantakan. Atau apa kamu seorang heroine galge yang hanya pernah menyuarakan kebenaran yang mutlak? Yang benar saja, bodoh.

Apakah ini benar-benar bagian dari diri Kamijou? Terasa seperti lelucon buruk bahwa lengan kanan bermulut kotor ini dulunya pernah meniru wujud fisiknya dan mencoba merebut segalanya dari dirinya. Dan fakta bahwa saran-sarannya terhitung efisien serta masuk akal hanya membuat Kamijou semakin jengkel. Jika benda itu bisa membuat perhitungan yang begitu tajam, mengapa dia tidak bisa memprediksi bagaimana perasaannya saat mendengarkannya?

Dia mencoba mendebat balik dengan sesuatu yang lain selain kebenaran numerik.

“Aku pun ingin berada di sisi keadilan. Namun aku tidak butuh Hamazura untuk memberi tahu bahwa hal itu tidaklah mungkin. Aku sangat menyadari bahwa aku mendiskualifikasi diriku sendiri dari hal itu segera setelah tanggapan seketika dariku terhadap masalah apa pun adalah dengan mengepalkan tinju!”

Apa kamu bodoh? Jika kamu tidak pernah ingin meragukan bahwa kamu sedang melakukan hal yang benar, maka biarkan sesosok Dewa Sihir, Transenden, atau entitas ilahi lainnya yang memutuskan untukmu. Namun kamu ini manusia. Kamu ini jenis anak SMA biasa yang bisa kamu temukan di mana saja. Kemunafikan yang tidak berkomitmen jauh lebih cocok untukmu, tidakkah kamu berpikir demikian?

Bagaimanapun juga, AI itulah yang menjadi masalahnya.

Kamijou tidak akan bisa menyelesaikan urusan dengan Hamazura tanpa terlebih dahulu melakukan sesuatu terhadap kekuatan Aneri.

Bagian 5

Dia berpikir. Hamazura Shiage terus berpikir di sepanjang pertarungan adu jotos itu.

Kamijou sedang melakukan sesuatu.

Sesuatu itu membuat prediksi Aneri menjadi kacau. Jika ini terus berlanjut, dia tidak akan bisa lagi mengandalkan dukungan Aneri.

Namun...

“Aneri. Kamu tidak perlu memprediksi setiap pukulan dan tendangan individu. Fokuslah untuk mencari tahu apa yang sedang dia lakukan. Menerima beberapa serangan adalah harga yang murah demi bisa mengungkap triknya!!”

Pada akhirnya, apa pun yang dilakukan Kamijou adalah sebuah tindakan fisik yang berlokasi di ruang bawah tanah ini. Hal itu menjadikannya layaknya sebuah permainan kucing dan tikus. Dan pemuda itu punya jumlah kartu yang terbatas di dalam deknya. Jika Aneri bisa mengungkap triknya, Hamazura akan bisa membalas.

Sementara itu, Hamazura tidak mencoba untuk melancarkan serangan dan justru menangkis serangan-serangan Kamijou demi mengulur waktu. Itu pastilah menjadi pilihan yang paling tidak menyakitkan, namun Kamijou tentu saja tidak ingin trik murahannya terbongkar.

Jadi dia akan mencoba untuk mengakhiri ini selagi masih memiliki keunggulan!!

“!!”

Hamazura berusaha keras menjaga wajahnya sewaktu Kamijou mendekat ke arahnya. Apakah pemuda itu akan menerobos masuk dan melepaskan serbuan beruntun sembari bersiap untuk menerima beberapa hantaman sebagai balasannya?

Aku tidak harus bermain dengan aturanmu di sini!!

Mencoba bertarung balik di saat prediksi Aneri tidak berfungsi adalah tindakan yang bodoh.

“Ruangan terbuka bukanlah tempat yang bagus untuk mengulur waktu. Aneri, apa kamu punya sumber daya cadangan? Dapatkan daftar dari setiap pintu di sini, cari tahu lokasi mereka, dan buka kunci sebanyak mungkin dari mereka yang kamu bisa!!”

Dua bunyi dengung memiliki nuansa negatif, namun dia benar-benar mendengar suara klik kunci yang terbuka.

Namun mengapa pintu terdekat yang harus menjadi sasarannya?

Hamazura menendang sebuah kotak perkakas di dekatnya untuk menahan Kamijou dan memanfaatkan celah singkat itu untuk berbalik ke arah kanan.

Dia berlari menaiki beberapa anak tangga yang sempit dan menyelinap melalui sebuah pintu yang terbuka.

Ruangan itu berukuran sekitar setengah dari lebar ruang kelas dan lebih dari dua kali lipat panjangnya. Tempat itu tampak berantakan dan terasa lebih cocok untuk bersembunyi serta melancarkan serangan kejutan daripada sebelumnya, namun...

Semua pintu mendadak terbanting menutup. Dan kunci-kuncinya pun terpasang kembali.

Ponselnya membunyikan alarm yang paling keras. Aneri menginginkan perhatiannya.

Suara seorang wanita muda yang terdengar artifisial terdengar dari segala penjuru.

Kamijou melakukan sesuatu lagi.

“Otorisasi Tingkat 3 dikonfirmasi. Persiapan penerbangan selesai. Rute lepas landas diamankan. Hitung mundur dimulai pada tanggal 9 Januari, pukul 19:30.”

Rasa terkejut mewarnai wajah Hamazura, namun hal itu tidak berakhir di sana.

Dia mendengar sebuah langkah kaki.

Apakah Kamijou benar-benar masuk ke sini dengan semua yang sedang terjadi ini?

Dia bisa saja menang dengan melontarkan Hamazura ke ruang hampa udara, namun dia tidak melakukannya. Apakah dia berpikir Hamazura bisa membuat Aneri mengambil alih kendali pesawat dan mendaratkannya di sisi lain planet ini? Kamijou takut kehilangan jejak Hamazura. Dia ingin menghindari menjalani hidupnya di saat Hamazura bersembunyi di sisi lain bumi dan bisa meluncurkan serangan kejutan kapan saja. Jadi dia ingin mengakhiri ini di sini dan saat ini juga.

Semua keraguan lenyap dari diri Hamazura. Dia mengumpulkan kekuatan di dalam perutnya.

Dia sesosok iblis agung?

Jangan membuatku tertawa. Apa hak yang kamu punya untuk memanggilnya seperti itu? Seolah-olah kamu punya hati yang sempurna dan tanpa noda saja.

Kelemahan buruk rupamu mulai terlihat, dasar orang baik yang sok suci!!

Jadi apa sebenarnya yang sedang terjadi di sini?

Bagian 6

Capung Jumbo adalah sebuah pesawat ulang-alik peluru dua tahap yang diluncurkan dari udara.

Medan pertempuran mereka sedang bersiap... untuk meluncur ke luar angkasa!?

Bagian 7

Akselerasi yang dahsyat membebani organ dalam Hamazura Shiage.

Mereka telah lepas landas.

Terhubung ke terowongan macam apa area bawah tanah tadi!?

“Ane...ri... Bagaimana spesifikasi benda ini!?”

Segala macam data bermunculan di layar ponselnya yang retak.

Capung Jumbo lepas landas dari daratan dengan menggunakan landasan pacu dan menambah ketinggiannya secara bertahap, persis seperti sebuah pesawat terbang.

Namun setelah menstabilkan penerbangannya, ia akan mengangkat moncong pesawat hingga hampir vertikal lalu berakselerasi. Setelah hampir mencapai batas kemampuan sebuah pesawat terbang di ketinggian tiga puluh ribu meter, pesawat luar angkasa yang berada di bagian paling depan akan memisahkan diri dari bagian lainnya. Modul berbentuk peluru tersebut akan memanfaatkan momentumnya untuk membubung menembus atmosfer dan mencapai ketinggian empat ratus kilometer, yang dikenal sebagai orbit rendah Bumi.

...Seperti yang diisyaratkan oleh penjelasan tersebut, ini adalah pemanfaatan sipil dari proyek pembunuh satelit yang akan meluncurkan sebuah rudal dari pesawat supersonik demi meledakkan satelit militer musuh.

Ada pintu kedap udara yang kokoh di antara kabin-kabin untuk memastikan tidak ada oksigen yang bisa lolos dalam keadaan darurat, namun pintu-pintu itu perlahan-lahan terbuka dari arah luar.

Dan dari bagian belakang ruangan yang panjang dan sempit itu...

Kamijou Touma muncul.

Hamazura terpapar oleh gaya g yang meremukkan, yang jelas-jelas lebih besar daripada gravitasi alami Bumi, namun sebuah pertanyaan lain memenuhi benaknya.

“Tunggu. Bagaimana bisa dia mengacaukan komputer-komputer itu tanpa adanya AI yang mendukungnya?”

Jika dia punya sesuatu yang setara dengan Aneri, benda apa itu? Lagipula, pesawat luar angkasa yang sedang mencabik atmosfer ini adalah kumpulan dari komputer. Apa pun bisa menjadi senjata jika dioperasikan secara keliru.

Hamazura menaikkan kewaspadaannya, namun kemudian sebuah pencerahan menembus benaknya.

“Bukan, itu belum tentu dia!! Infrastruktur pangkalan akan aktif jika ada orang di pangkalan yang menekan sakelarnya. Bisa saja Birdway atau Fortune yang telah membantunya!”

Bukankah itu berarti memindahkan pertarungan ke Capung Jumbo sebenarnya merupakan hal yang buruk bagi Kamijou? Lalu mengapa dia melakukannya? Bukan berarti Hamazura menyembunyikan keberadaan Aneri.

Bukan...

Bukan!?

Situasi ini justru membantu Kamijou!!

Jadi begitu rupanya...

Hamazura terlambat menyadari tujuan Kamijou di sini.

Namun sudah terlanjur terlambat untuk melakukan apa pun terhadap hal tersebut.

Jika kita meninggalkan Bumi dalam sebuah pesawat luar angkasa dengan antena yang rusak, Aneri akan terputus dari segala hal yang ada di permukaan. Apa dia sedang mencoba menurunkan fungsi Aneri menjadi tidak lebih dari sekadar ponsel pintar biasa!?

“Aneri, jawab aku. Apa kamu masih bisa bertahan!?”

Dia menerima bunyi dengung seketika sebagai tanggapan, namun itu bukan pertanda baik.

Tidak ada tindakan berikutnya, seperti “G→→PKT” yang ditampilkan di layar. Bahkan di Kota Akademi sekalipun, sebuah ponsel tunggal saja tidak akan punya daya pemrosesan yang cukup.

Sementara itu, dia harus menghadapi Kamijou Touma dan apa pun benda itu yang menandingi Aneri.

Situasinya telah berbalik sepenuhnya sejak pertarungan ini dimulai.

...Jadi apakah Hamazura akan mengibarkan bendera putih dan kembali ke dunia damai yang bersukacita karena Coronzon telah mati? Tanpa terluka sedikit pun dan dengan cengiran konyol di wajahnya? Menjilat keadilan mereka agar mereka mau membagikan sedikit kebahagiaan mereka kepadanya?

“Segera buka semua pintu pesawat luar angkasa ini, Aneri!! Aku tidak peduli apa pun yang terjadi asalkan aku bisa membunuhnya!!!”

Aneri menolak dengan dua bunyi dengung.

Syarat kemenangan AI itu didefinisikan sebagai bertahannya hidup Hamazura Shiage, bukan kematian Kamijou Touma. Benda keparat itu telah mengubah pengaturan tersebut atas kehendaknya sendiri!!

Itu berarti aku juga tidak bisa membuat Aneri meledakkan pesawat luar angkasa ini dengan laser atau mass driver yang ada di permukaan!!

Memiliki “jaminan” seperti itu di dalam kantong belakangnya untuk berjaga-jaga setidaknya akan membantu menguatkan tekadnya, namun AI itu pastilah tidak memahami kehalusan abstrak semacam itu.

Dan musuhnya tidak akan menunggu.

Momen “berjaga-jaga” itu telah tiba. Monster yang bermandikan keadilan itu sedang melangkah ke sini!!

Bagian 8

Kamijou pun menyesali pilihan-pilihannya.

Mendekat dari bagian belakang pesawat luar angkasa memang diperlukan, namun hal itu mungkin merupakan kesalahan. Selagi Hamazura berusaha untuk menjaga jarak, dia secara alami terus mundur ke arah moncong pesawat.

Ini tidak bagus... Itu adalah bagian pesawat luar angkasa yang berbentuk peluru. Jika kita sampai terbang ke luar atmosfer, peluangnya untuk berakhir tewas akan semakin besar!

Tren mengganggu macam apa ini? Bukankah kesialan sejenis ini seharusnya berkumpul di sekitar Kamijou? Ini terasa seolah sebuah tangan tidak kasatmata telah mencengkeram Hamazura dan sedang menyeretnya turun ke dalam lubang yang keruh.

Capung Jumbo adalah sebuah pesawat terbang, bukan roket, jadi ia tidak terbang lurus ke atas menuju luar angkasa. Tetap saja, moncong pesawatnya terarah sangat dekat dengan posisi vertikal. Kamijou terpaksa mendaki lereng yang curam untuk bisa menjangkau Hamazura.

Dan Capung Jumbo memiliki dua tahap.

Lebih dari tujuh puluh persen dari pesawat luar angkasa ramping yang menyerupai pesawat terbang ini hanya akan terbang sampai ke stratosfer sebelum secara alami turun dan kemudian terbang kembali ke landasan pacu, namun tiga puluh persen sisanya adalah cerita yang berbeda.

Kesialanmu tidak akan mempermudah urusanmu, jadi bersiaplah. Lagipula, itu jika kamu benar-benar ingin menyelesaikan ini. Setidaknya dia sudah siap. Dia telah mengasah dirinya sebagai ganti dari menerima risiko kematian. Kamu tidak punya waktu untuk tertinggal dalam hal keteguhan tekad.

Lengan kanannya sedang berbicara kepadanya.

Dan dia tidak boleh membiarkan dirinya menunggu sampai mereka meninggalkan atmosfer.

AI Aneri mungkin tidak akan terus terputus selamanya. Benda itu tidak lebih dari sekadar teknologi. Jika komunikasi pulih dengan cara apa pun, mereka akan kembali berimbang.

Karena itu...

“Akan kuselesaikan ini selagi aku bisa!!”

Kamijou memaksakan dirinya untuk merangsek maju.

Mungkin karena terus terbang dengan moncong pesawat yang bersudut lebih tajam ke atas daripada yang bisa dilakukan oleh pesawat penumpang normal, gaya g di dalam Capung Jumbo terasa sangat pekat. Setiap langkah yang dia ambil seolah menguras kekuatannya.

Tinju bersilangan dengan tinju dan menghantam dengan tajam ke wajah satu sama lain.

Dia tidak bisa merasakan bagaimana gaya g memengaruhi hal ini.

Kamijou hanya merasa senang karena dia tidak meleset lagi. Aneri benar-benar tidak bisa memberikan dukungan apa pun di sini. Jadi dia tidak akan pernah punya kesempatan yang lebih baik untuk mengakhiri ini selain sekarang!

Pemikiran itu terputus oleh sesuatu yang menghantam pangkal hidung Kamijou.

Aroma besi merebak di dalam mulutnya.

“Gah!?”

Sialan, Hamazura. Apa dia menyambar sebuah AED atau semacamnya dari dinding dan melemparkannya!?

Hamazura kemungkinan hanya tidak punya waktu untuk mengisinya dengan daya listrik, namun Kamijou bersyukur karena dia tidak diserang oleh arus bertegangan tinggi.

Tinju bukanlah satu-satunya senjata mereka. Mereka bisa saling mencekik dengan sabuk pengaman, dan tangki oksigen yang lebih besar dari alat pemadam kebakaran bisa menimbulkan kerusakan sebagai senjata tumpul atau bahan peledak.

Namun...

Bukan begini jalannya. Aku tidak mau akhir cerita yang berdarah-darah seperti ini!!

Melihat Hamazura menggoyahkan pandangan Kamijou atas kematian Coronzon.

Tentu saja, tidak selalu memungkinkan untuk membuat seluruh delapan miliar orang di dunia dengan instan tersenyum bersama. Namun dia telah menjalani pertempuran mematikan melawan Coronzon karena dia tidak ingin dunia itu hancur. Hal itu memang benar adanya.

Dia telah membiarkan Coronzon mati, jadi dia harus menunjukkan kepada wanita itu, bahwa meskipun dunia dipenuhi dengan kesalahan, dunia ini sedang menuju ke arah yang lebih bahagia, biarpun perlahan.

Jadi dia tidak boleh membiarkan Hamazura mati di sini hari ini!!

Suara embusan udara yang keluar berbunyi nyaring di belakang Kamijou. Kunci darurat diaktifkan pada pintu udara tebal yang baru saja dia lewati. Pesawat luar angkasa berbentuk peluru tahap kedua yang memakan hampir sepertiga dari bagian pesawat sedang bersiap untuk memisahkan diri.

Ruangan ini terhitung cukup luas, namun entah bagaimana rasanya seperti kokpit. Kamijou tidak familiar dengan struktur dasar dari sebuah pesawat luar angkasa, jadi dia tidak bisa menentukan apakah ini hal yang standar atau tidak lazim.

Dan tepat ketika Kamijou menepis godaan untuk menyambar sebuah senjata, Hamazura tidak ragu-ragu untuk meraih sebuah pipa logam di dekatnya. Benda itu terlihat seperti komponen untuk kruk atau tandu. Apakah tempat tidur pesawat luar angkasa diadaptasi dari peralatan medis?

Senjata tumpul itu diayunkan turun ke arah kepala Kamijou, namun...

“...!? Ringan sekali!!”

Teriakan dengan mata membelalak itu keluar dari mulut Hamazura saat dia melancarkan serangan.

Kakinya sedikit melayang dari lantai. Reaksi dari serangan tersebut membuatnya terlempar melayang ke belakang.

Kamijou tentu saja tidak punya waktu untuk melirik ke luar jendela... namun bagian moncong Capung Jumbo pastilah telah terlepas dari Bumi dan tiba di luar angkasa. Hanya bagian ujungnya yang menyerupai kerucut datar. Jadi serangan apa pun dengan senjata yang mengandalkan bobot menjadi hampir ternetralisasi. Setidaknya untuk saat ini!

Sebuah gaya kembali diterapkan pada tubuh mereka.

Penerbangan luar angkasa ini sebenarnya merupakan sebuah lintasan balistik panjang yang menjaga mereka tetap berada tepat di luar atmosfer pada orbit rendah Bumi di ketinggian kurang dari empat puluh kilometer. Terbang dengan sangat cepat dalam jalur melengkung menciptakan sebuah gaya g ke arah luar, sehingga mereka tidak benar-benar berada dalam kondisi tanpa bobot.

Jika mereka benar-benar jatuh kembali ke Bumi, di bagian mana mereka akan mendarat?

Pertanyaan itu sejujurnya menakuti Kamijou, namun dia tidak leluasa untuk memeriksanya.

Prioritas utamanya saat ini adalah menyelamatkan Hamazura yang sedang berputar turun setelah tertangkap oleh sesuatu yang tidak kasatmata. Karena Kamijou-lah yang telah menempatkannya di jalan ini.

Bagian 9

Bagian pesawat luar angkasa telah terlepas dari sisa badan Capung Jumbo.

Benda itu telah terbang menjauh dari Bumi.

Hamazura sempat membayangkan dirinya akan kehilangan seluruh sensasi bobot tubuh, melayang-layang, dan kesulitan untuk bertarung... namun kenyataannya sama sekali berbeda. Dia merasa sedikit lebih ringan dari biasanya, yang rasanya aneh, namun dia masih bisa berdiri. Dia punya bobot. Itu sebenarnya adalah gaya sentrifugal atau semacamnya, tetapi gravitasi itu ada.

Namun situasi ini tidaklah normal.

Kedua kakinya sedang berpijak di atas kaca tebal.

Kursi-kursi diposisikan pada sudut yang aneh, namun itu bukan berarti mereka berada di dinding.

Hamazura berdiri di posisi yang aneh.

“Kh.”

Dia mengatupkan giginya rapat-rapat.

Bajingan yang menyebut Coronzon sebagai iblis agung dan membunuhnya tanpa ampun kini berdiri di hadapannya. Dia harus menyelesaikan urusan dengannya.

Kekuatan... untuk menghancurkan ilusi?

Hamazura Shiage telah melepaskan diri dari kekagumannya terhadap kebajikan dan keadilan dengan menyelamatkan orang-orang asing dari posisinya di sisi kejahatan.

Namun Kamijou Touma, orang yang paling dia benci melebihi siapa pun, membawa kekuatan untuk meniadakan ilusi, apa pun yang supernatural, dan bahkan mukjizat ilahi sekalipun.

Mereka bukanlah dua kutub yang berlawanan.

Kamijou bukanlah bentuk keadilan yang sempurna. Ada kemungkinan dia pun merasakan ada yang salah dengan dunia ini dan telah mencoba untuk melawan hal tidak kasatmata tersebut.

Namun jalan mereka tidak pernah bersilangan.

Dan mereka benar-benar berpisah ketika pemuda itu menyebut Coronzon sebagai iblis agung lalu membunuhnya!!

“Gahhh!!”

Mereka berbenturan kembali.

Namun tanpa bantuan Aneri, seorang Level 0 tetaplah seorang Level 0.

Hamazura merasakan rasa sakit yang tumpul.

Cukup meyakinkan, dialah pihak yang menerima pukulan telak. Seolah-olah untuk menegaskan bahwa dirinya adalah pecundang yang sudah ditakdirkan oleh dunia.

Persetan... dengan semua itu...

Tepat pada saat itu.

Ponselnya yang retak berdengung.

“→→K←PK→GPP←←K”

Daya pemrosesan Aneri... telah kembali!?

Apakah Aneri menemukan cara untuk berkomunikasi tanpa menggunakan antena yang rusak? Bukan, mungkin karena mencapai luar angkasa sederhananya telah membawa mereka cukup dekat dengan sebuah satelit atau stasiun luar angkasa.

Apa pun pilihannya...

Kita kembali berimbang.

“Tumbanglah. Sekarang juga!!!”

“→P” “PKTK” “←→P” “K→PK” “KKPKGGPKKPP”

Perubahan dramatis terjadi pada pergerakan Hamazura. Sekarang dia bisa melepaskan diri dari Kamijou dan ancaman apa pun yang sedang dihadapinya. Dia sempat terjebak dalam posisi bertahan, namun sekarang dia bisa mengayunkan tinjunya dan melayangkan tendangan. Dia kini bisa bergabung kembali dalam pertarungan demi kendali menyeluruh atas situasi ini.

Dan untuk sesaat yang singkat, pikirannya menjadi kosong.

AI Aneri tidak memberikan instruksi apa pun.

Bukan.

Dia bergerak bahkan lebih cepat daripada instruksi presisi milik Aneri. Atas kehendaknya sendiri. Apakah ini hal yang sedang dibicarakan oleh Blodeuwedd si Karangan Bunga waktu itu? Tubuhnya bergerak pada kecepatan berpikir yang melampaui AI!

Ya, benar sekali.

Hamazura mengisi kekosongan di dalam pikirannya dengan berpikir untuk dirinya sendiri.

Ini adalah satu hal yang bahkan Aneri kemungkinan besar tidak akan bisa memprediksinya.

Kamu tidak harus menjadi seseorang yang istimewa. Kamu bisa menjadi seorang Level 0. Tidak masalah jika kamu adalah penjahat atau seseorang yang dibenci. Setiap orang punya kekuatan untuk mengejutkan orang lain dan mengubah dunia sekaligus masa depan!!

Dan hal yang sama kemungkinan juga berlaku untuk lawannya.

Untuk Kamijou Touma.

Pemuda itu memulai segalanya sebagai seorang Level 0, namun dia tidak berhenti di titik itu.

Dan bajingan itu sedang berbicara.

“Hei. Kamu bilang kamu kenal Iblis Agung Coronzon?”

“Ya. Aku mengenalnya jauh lebih baik daripada dirimu.”

Mereka saling mendekat.

Mereka mengepalkan tinju mereka yang berdarah dan saling berhadapan.

Kamijou mengenal sosok Coronzon yang tidak diketahui oleh Hamazura.

Hamazura mengenal sosok Coronzon yang tidak diketahui oleh Kamijou.

Karena itu.

Mereka berdua meraung dengan bersamaan.

 

“Beri tahu aku semua hal tentang Coronzon yang tidak pernah kuketahui!!!”

“Beri tahu aku semua hal tentang Coronzon yang tidak pernah kuketahui!!!”

 

Dan Hamazura Shiage serta Kamijou Touma memilih untuk mendekat ke jarak kritis.

Mereka meledak dalam pertarungan adu jotos.

Dan berteriak.

 

“Di Edinburgh, Coronzon membantuku menyelamatkan Dion Fortune! Dia terus-menerus berceloteh tentang bagaimana hal itu menguntungkan dirinya, namun itu bukan berarti dia harus melakukannya. Dia bisa saja meninggalkanku kapan saja, namun dia bertahan bersama orang lemah sepertiku hingga akhir!!!”

 

“Iblis agung itu menipu Gereja Anglikan demi menjabat posisi Uskup Agung selagi dia diam-diam menyukseskan tujuan buruknya. Dia berputus asa atas kondisi dunia dan mencoba menciptakan dunia yang baru sendiri. Tanpa memikirkan makhluk macam apa yang akan berkembang biak di era mendatang! Dia adalah perwujudan dari kejahatan, namun dia juga sangat rapi dan cerewet!!!”

 

“Kh. Coronzon menyuruhku beristirahat saat aku kelelahan karena melarikan diri sekian lama. Dia melakukan hal-hal itu karena dia ingin seseorang menerimanya... Namun bukan karena kekuatannya atau sifat jahatnya. Dia hanya ingin didekap terima kasih atas hal-hal biasa itu!!!”

 

“Di saat dia mengacaukan hidup orang-orang hingga dia menciptakan Index dan Narthex? Di saat dia tidak ragu-ragu untuk menyayat leher Tsushima dan menendangnya keluar ke tempat terbuka demi mencapai tujuannya? ...Jangan bercanda. Dia adalah iblis yang jauh lebih kuat dari itu!”

 

“Coronzon adalah!! Gadis yang kesepian!!!”

 

“Tidak!! Iblis agung itu adalah musuh terbesar umat manusia!!!”

 

Suara hantaman yang mendarat terus berlanjut.

Kamijou meludahkan darah dari mulutnya, namun dia mengulas senyuman di wajahnya yang garang.

Dia dengan bangga membicarakan Coronzon seolah-olah wanita itu adalah rival terbesarnya. Menyebutnya kuat, agung, dan keren.

Kenapa?

Hamazura mengatupkan giginya di dalam cecapan rasa logam.

Orang yang paling membuatnya naik pitam di sini bukanlah Kamijou. Melainkan Hamazura sendiri.

Dia hanya merasa sangat menyedihkan. Semakin banyak yang dia katakan, hal itu justru membuat Coronzon terlihat semakin kerdil.

Kenapa kamu tahu begitu banyak hal tentang Coronzon yang tidak kuketahui!?

“Ohhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh!!!”

“Ohhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh!!!”

Bagian 10

Saat dia melayangkan dan menerima pukulan, bahkan rasa sakitnya pun perlahan memudar menjadi sensasi panas yang menyeluruh.

Tetesan merah berhamburan memotong ruang pesawat luar angkasa layaknya permata.

Namun Kamijou terus memeras pikirannya yang mulai pening.

...Hamazura mungkin ingin dia meminta maaf. Pemuda itu mungkin ingin Kamijou menangis dan meratap bahwa membunuh Coronzon adalah sebuah kesalahan.

Namun jika demikian...

“Aku tidak akan meminta maaf.”

Kamijou mengatakannya.

Dengan jelas dan dengan kata-katanya sendiri.

“Jika memang ada cara lain, sejak awal aku tidak akan melakukannya!! Iblis Agung Coronzon adalah musuh nyata yang akan menghancurkan seisi dunia seorang diri. Dia tidak menunjukkan belas kasihan ataupun kelemahan. Aku tidak akan merenggut nyawa seseorang kecuali jika aku benar-benar terpaksa!!!”

Akhir cerita seperti itu adalah pil pahit yang harus ditelan, bukan?

Maka dia tidak akan membiarkan pemuda ini menemui akhir cerita yang sama seperti Coronzon.

Bahkan jika itu berarti harus memukulnya. Bahkan jika itu berarti harus dipukul olehnya.

Dia akan menghentikannya bahkan jika itu berarti harus bermain curang dan dibenci.

Dia akan menyelamatkan Hamazura di sini!!

“Ya, benar...”

Sebuah suara robekan terdengar dari jarak yang sungguh dekat.

Hamazura yang sama-sama babak belur telah menggigit bibirnya sendiri dengan gigi taringnya.

Amarahnya telah melewati batas.

“Jika kamu benar-benar, sungguh-sungguh merasa bersalah karena telah membunuh Coronzon, kamu harusnya berhenti mempertahankan nyawamu yang menyedihkan itu dan pergi saja ke neraka sekarang juga!!”

Kamijou menerima kata-kata itu bersamaan dengan sebuah tinju yang terkepal erat.

Di dalam dunia yang sungguh pekat dengan cecapan rasa besi ini, Kamijou justru sedikit mengulas senyuman.

“Aku sudah tahu banyak tentang neraka. Dan aku tahu di sanalah tempatku yang semestinya.”

Yang menjadi alasan mengapa dia memutuskan tidak akan membiarkan Hamazura pergi ke sana.

Jika dia melakukan hal yang benar...

Jika dia tidak salah karena telah membunuh Coronzon demi menyelamatkan dunia, maka Kamijou akan bisa merangkak keluar dari neraka bahkan jika dia berakhir di sana.

Namun...

 

“Kali ini aku akan melakukannya tanpa mengorbankan Kingsford dan CRC.”

 

Dia tidak perlu meragukan dirinya sendiri.

Kamijou Touma melayangkan tinjunya.

Bagian 11

Hantaman itu sangat berat.

Benturannya berbeda dari yang sebelum-sebelumnya sewaktu menjalar masuk ke dalam diri Hamazura melalui pangkal hidungnya dan mengguncang bagian inti dari tubuhnya.

Kesadarannya mulai memudar.

Siapa yang paling bersalah?

Hal itu sudah jelas. Bukan Kamijou. Setidaknya jika menyangkut tentang Coronzon, bajingan itu bukanlah pusat dari segalanya. Posisi sentral tersebut menjadi milik orang lain.

...Pada akhirnya, Hamazura-lah yang paling bersalah karena telah gagal untuk menghentikan Coronzon bahkan jika itu berarti harus memukulnya.

Dia adalah orang bodoh tanpa secuil pun pengetahuan medis, namun dia tetap bisa mengetahui bahwa tubuhnya telah melewati semacam batas. Dia bisa merasakan kekuatan yang melenyap dari kedua lututnya. Tidak lama lagi, kesadarannya pun akan menyusul. Dan begitu dia kehilangan keseimbangan itu, segalanya akan terus merosot ke bawah lereng.

Apakah dia tidak akan bisa melakukannya?

Sebuah frasa tunggal terlintas di dalam benaknya: Sudah kuduga.

Dia telah memperkirakan hasil ini.

Dan dia telah menyiapkan sebuah cara untuk membalik keadaan.

Ini benar-benar akhir ceritanya. Jadi katupkan gigimu rapat-rapat, diriku.

 

“Ayo kita akhiri ini, Kamijou Touma.”

 

Hamazura mengeluarkan sebuah pistol.

Namun dia tidak mengarahkannya kepada Kamijou.

Senjata itu diisi dengan sebutir peluru tunggal. Dia tidak boleh menyia-nyiakannya di dalam pertarungan.

Lagipula, dia telah memutuskan bahwa dia tidak bisa menerima jalan pemuda itu. Jadi dia tidak akan merendahkan diri hingga ke jajarannya. Tidak peduli apa pun yang terjadi.

Sebagai gantinya, Hamazura menempelkan moncong pistol itu ke pelipisnya sendiri.

Tanpa keraguan.

Ya, benar sekali.

Mata Kamijou membelalak terkejut.

Menggelikan. Pemuda itu pasti belum pernah menghadapi pertarungan seperti ini.

Aku sudah tahu sejak awal bahwa aku tidak akan bisa memenangkan kemenangan yang menyenangkan atas dirimu hanya dengan mengepalkan tinjuku!!

Ada sebuah sistem besar yang menjalankan dunia ini.

Namun sistem itu bukanlah hal yang baik seperti yang dipikirkan oleh semua orang.

...Jika memang demikian, Coronzon tidak akan menderita sedemikian rupa. Fungsi wanita itu adalah mengoyak ikatan antarmanusia dan menghalangi evolusi mereka. Itu adalah salah satu roda gigi yang tertanam di dalam sistem besar tersebut. Dia telah mencoba untuk mengubah dunia karena dia tidak bersedia menerima hal itu. Dia ingin membangun kembali dunia dari awal menjadi sesuatu yang bisa berjalan tanpa melibatkan roda giginya sebagai bagian di dalamnya.

Jika tidak ada satu pun hal yang bisa dia lakukan untuk mengalahkan sistem itu...

Maka setidaknya dia bisa menyingkapnya agar bisa dilihat oleh semua orang.

Dengan membuktikan bahwa dunia yang sekarang ini tidak akan menyelamatkan mereka yang lemah.

Bahkan jika dia harus menggunakan nyawanya sendiri untuk melakukannya!!

Dan.

“Apa menurutmu kamu bisa menyelamatkan dunia dengan kekerasan, Kamijou Touma?”

Pada saat yang sama, dia tidak boleh membiarkan keadilan menjadi milik pemuda itu dari semua orang yang ada.

Dan jika dia bisa mencuri “kebenaran” dari orang yang telah membunuh Coronzon...

Dia rela memberikan nyawanya.

“Kamu menang. Kamu mengalahkan Coronzon dan kamu mengalahkanku. Akan kuberikan kemenangan itu kepadamu. Namun jika kamu memang melakukan hal yang benar, Narthex Coded Cathedral tidak akan pernah tersesat. Jangan berpikir kamu menyelamatkan semua orang... Akan kutunjukkan padamu. Dan sekarang giliranmu untuk dihukum sebagai kejahatan oleh orang-orang yang benar. Tindakanmu yang menyebabkan hal ini terjadi. Hiduplah di sisa umurmu dengan mengetahui bahwa kehancuran semacam inilah yang ditimbulkan dari merenggut sebuah nyawa!!!”

Kamijou dengan panik mengepalkan tinjunya dan mendekat, namun segalanya sudah terlambat.

Hiduplah yang lama.

Selama mungkin.

Karena aku akan mengubah sisa hidupmu menjadi neraka yang hidup.

Tidak peduli apa pun yang kamu lakukan, jariku jauh lebih cepat.

Kebangkitannya tidak dipicu oleh kejahatan. Sudah dikatakan beberapa kali bahwa itu adalah sebuah kekuatan yang membawanya semakin dekat dengan kematian.

Dan dia membawa hal itu menuju kesimpulan akhirnya.

Bagian 12

Dia telah menarik pelatuknya.

Hal itu sudah menjadi bagian dari masa lalu.

Bagian 13

Hening.

Aliran waktu seolah terhenti.

Atau setidaknya, kesunyian yang sangat mencekam membuat segalanya terasa seperti itu.

Dan.

Mata Hamazura Shiage tertuju pada pistol yang digenggamnya.

Ya, Hamazura tidak mati.

Peluru itu tidak kunjung melesat.

...Dia tidak sedang memegang revolver. Itu adalah pistol otomatis yang mengisi setiap peluru baru ke dalam ruang tembak langsung dari tabung peluru. Jadi, setiap tarikan pelatuk bukanlah sebuah pertaruhan. Jika ada peluru di dalam ruang tembak, peluang menembaknya seharusnya seratus persen.

Apa mungkin gravitasi aneh ini mengacaukan pegas di dalam pistol?

Hamazura menepis spekulasinya sendiri.

Dia cukup yakin dia tahu apa penyebabnya.

Bukan, bukan itu. Pelatuknya terasa aneh dan keras di jariku... Apa mungkin berada di luar angkasa mengubah minyak pelumas pistol ini hingga mengeras!?

Itu adalah hal yang mungkin terjadi.

Apa dia pernah mendengar bahwa komponen penting pesawat luar angkasa tidak menggunakan pelumas cair?

Senjata ini tidak dirancang untuk penggunaan di luar angkasa, jadi pihak produsen dan pabrik tidak akan melakukan uji tekanan serta uji ketahanan yang relevan untuk itu. Maka dia tidak bisa menyangkal kemungkinan tersebut.

Namun, mungkinkah dia memperhitungkan peluang minyak pistol benar-benar berubah seperti itu? Sifat minyak yang berubah dalam waktu sesingkat itu sudah cukup aneh, namun hal itu juga terjadi dengan cara yang sangat tepat hingga menyumbat komponen pistol. Peluang terjadinya hal itu pasti kurang dari satu banding seratus juta, bukan!?

Namun hal itu telah terjadi.

Sesuatu yang tidak terpikirkan telah terjadi secara tidak alami, tidak masuk akal, dan tidak adil.

Hal supernatural, paranormal, kesialan, roda gigi, kecenderungan.

Bukan. Apa sebenarnya yang dimaksud dengan ilusi?

Apakah sistem yang melahirkan hal-hal tersebut benar-benar nyata di dunia ini!?

Hamazura hanya bisa berbicara dengan linglung pada titik ini.

 

“Ini... bohong, ‘kan?”

 

Sesaat kemudian, Kamijou berhasil menjangkaunya.

Sebuah tinju menghantam tepat di tengah wajahnya, seketika merenggut kesadarannya hingga sirna.

Read Also :-
Labels : #IndexGT_Vol15 ,#Light Novel ,#Souyaku Toaru Majutsu no Index ,
Getting Info...

Posting Komentar